Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaObrok
Beragam cara dilakukan umat Islam untuk menyemarakan bulan Suci Ramadhan. Di Brebes, Jawa Tengah ada tradisi Obrok yang membangunkan orang untuk santap sahur dengan menggunakan kesenian tradisional buroq. Selain untuk syiar Islam tradisi ini terus dipertahankan untuk melestarikan kesenian buroq yang merupakan kesenian asli Brebes. Pada setiap malam selama bulan Ramadhan, terutama menjelang datangnya waktu santap sahur, suasana di Desa Pakijangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah terasa meriah. Hal ini karena adanya tradisi Obrok yang dilakukan warga setempat. Obrok adalah tradisi membangunkan warga untuk santap sahur dengan menggunakan kesenian tradisional buroq. Kesenian ini menampilkan dua kuda terbang berkepala gadis cantik atau disebut buroq. Selain menampilkan dua buroq, dalam arak-arakan juga ikut belasan anak yang membawa obor bambu. Mereka keliling kampung dengan iringan musik rebana dipadu alat musik modern, yakni gitar dan melody. Selama berkeliling kampung mereka terus melantunkan Shalawat Nabi sambil sesekali berteriak sahur-sahur. Bahkan mereka tidak segan-segan mengetuk pintu warga yang belum bangun. Wasjan, tokoh masyarakat Desa Pakijangan mengatakan, Obroq merupakan tradisi turun-temurun yang sudah berlangsung sejak dulu. Tidak semata-mata membangunkan warga untuk sahur, kegiatan ini sekaligus untuk syiar Islam dan melestarikan kesenian buroq yang merupakan kesenian asli Brebes. Meski dilakukan secara suka rela dan tanpa pamrih, para anggota kesenian buroq ini tidak jarang mendapatkan upah dari warga yang peduli, namun uang yang diperoleh dari warga sebagian digunakan untuk kegiatan sosial dan amal jariah.