Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Tradisional Larung Sembonyo (Sedekah Laut) - Watulimo, Kab. Trenggalek, Jawa Timur
Sejarah singkat: Raden Tumenggung Yudha Negara, yang nama kecil / aslinya Raden Kramadipa berhasil membuka kawasan teluk Prigi dengan jaminan bersedia menikahi Puteri Gambar Inten dari anak seorang Adipati yang bernama Andong Biru. Raden Tumenggung Yudha Negara ini adalah seorang kepala prajurit Mataram. Beliau sangat peduli dengan nasib para nelayan di pantai Prigi. Agar para nelayan dapat mencari ikan di teluk Prigi , Raden Tumenggung Yudha Negara harus mau menikahi putri Andong Biru yang bernama Putri Gambar Inten. Mengingat jasa Raden Tumenggung Yudha Negara yang sangat berguna, masyarakat nelayan di pantai Prigi maka setiap bulan Selo, jatuh pada hari pasaran kliwon diadakan Larung Sembonyo.Upacara ini diadakan untuk memperingati hari pernikahan Raden Tumenggung Yudha Negara dengan putri Gambar Inten. Juga sebagai ungkapan rasa syukur dari masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Deskripsi: Para nelayan di pantai Teluk Prigi, Pada bulan selo jatuh pada hari pasaran kliwon mengadakan Larung Sembonyo. Sembonyo adalah merupakan nama mempelai tiruan yang berupa boneka kecil yang terbuat dari tepung beras ketan, kemudian dibentuk seperti layaknya sepasang mempelai yang sedang bersanding, duduk diatas perahu lengkap dengan peralatan satang (alat untuk menjalankan dan mengemudikan perahu). Penggambaran mempelai tiruan yang bersanding diatas perahu ini dilengkapi pula dengan sepasang mempelai tiruan yang terbuatdari aris atau galih batang pisang, yang diberi hiasan bunga kenanga dan melati. Upacara adat Sembonyo ini dilengkapi dengan asahan atau sesaji serta perlengkapan lain sepertihalnya upacara perkimpoian tradisional Jawa.