Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTayub Kota Pati
Sejarah: Pada awal kelahiran, tayub merupakan ritual untuk kesuburan atau fungsi magis seperti untuk upacara sedekah bumi, perkawinan dan nadzar. Tayub yang dahulu fungsinya sakral/religius bergeser menjadi profan-seluler. Tayub sebagai seni hiburan, tari pergaulan, dan tontonan. Tayub mulai dikenal sejak jaman Kerajaan singosari. Pertama kali digelar pada wakti jumenengan Prabu Tunggul Ametung. Kemudian tayub berkembang ke Kerajaan Kediri dan Majapahit. Pada masa Kerajaan Demak, kesenian tayub jarang dipentaskan, kesenian ini hanya dapat dijumpai di daerah pedesaan-pedesaan yang jauh dari pusat kota kerajaan. Sejak berdirinya Kerajaan Pajang dan Mataram, kesenian mulai dikembangkan lagi. Tayub dijadikan tarian beksan di kraton yang digelar hanya pada waktu acara-acara khusus. Namun pengaruh kolonial Belanda yang negatif masuk dalam pertunjukan tayub yang dikenal dengan 3 C yaitu Cium, ciu dan colek. Namun semasa Pakubuwana IV, tayub tidak diperkenankan dipentaskan di kraton karena adanya pengaruh negatif tersebut. Akhirnya tayub menjadi tari pergaulan di masyarakat. Tayub di Pati oleh para pejabat kolonial Belanda pernah untuk memeriahkan pesta di pendopo kadipaten dan sering pula dipentaskan di alun-alun oleh para wedono dan kaum priyayi untuk menghibur rakyat. Citra kesenian tayub diperburuk oleh ulah para penari pria atau penonton. Para penari pria (pengibing) biasa memberi sawer dengan cara memasukkan ke kemben atau kain penutup dada. Pada dekade 50-an dan paruh pertama 60-an tayub diperebutkan oleh beberapa partai politik untuk dijadikan alat propaganda. Di awal Orde Baru, kesenian mengalami kemerosotan, namun pada akhir 1970-an, tayub kembali digelar sebagai seni pertunjukan rakyat yang harus dilestarikan. Namun, mengalami perubahan menyangkut etika dan estetika. Tayub Pati sejak tahun 1992 atas intruksi Bupati Pati yaitu Bapak sunaji dimohon memakai baju sebagai penutup kemben. Sampai sekarang penari tayub setiap kali pentas memakai baju sebagai penutup kemben. Deskripsi: