Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaRokat Somber Brungbung - Burneh, Bangkalan, Jawa Timur
Upacara adat rokat somber brungbung merupakan upacara penyembelihan hewan kurban disebuah mata air yang disebut somber brungbung oleh warga Kampung Ketengan, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Dalam perayaan rokat somber brungbung ditampilkan peragaan pencak silat dan tari hadrah jidor. Air dari somber brungbung selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, air somber brungbung oleh masyarakat juga dipercaya sebagai air yang bertuah. Tuah dari air somber brungbung antara lain apabila ada anak laki-laki yang berumur di bawah 10 tahun yang mengalami gangguan pada alat vitalnya (saler) bila anak tersebut kemudian dibawa ke sana dan selanjutnya disungsang tiap hari jumat wage sebanyak 7 kali secara berturut-turut dan meminum airnya, dengan seizin Allah anak tersebut akan sembuh. Tuah yang lain apabila sumber air tersebut mengeluarkan gelembung-gelembung dan kebetulan orang melihat lalu mengambil dan meminumnya maka orang tersebut dengan seizin Allah akan menjadi sakti. Keajadian aneh juga pernah terjadi yaitu pada tahun 1972, ketika terjadi banjir, sumber air tersebut tidak menjadi keruh meskipun sawah di sekitar sumber tersebut airnya sangat keruh. Pelaksanaan upacara rokat somber bungbung memerlukan perlengkapan antara lain 1) kemenyan sebagai pengantar doa; 2) rokat: hewan yang akan dijadikan kurban yaitu kambing, dua ekor ayam Madura asli; 3) tumpeng rasul yang dilengkapi dengan kue khas Madura seperti dodol, tettel, dan lain-lain; 4) jidor, gendang, dan rebana sebagai musik yang mengiringi tarian hadrah jidor; 5) seperangkat senjata tajam untuk alat pencak silat, seperti celurit, pedang, cabang, gobang, dan selaban (parang panjang). Sebelum upacara adat dihelat, masyarakat melaksanakan kompolan (musyawarah). Pada hari dan waktu yang telah ditentukan, masyarakat kampung datang dan berkumpul di somber brungbung bersama dengan sesepuh kampung, alim ulama, untuk meminta keselamatan kepada Allah SWT yang dipimpin langsung oleh ulama setempat dan diikuti oleh masyarakat kampung. Terkait dengan upacara yang berhubungan dengan anak yang menderita saler, untuk prosesi upacaranya anak tersebut dituntun oleh beberapa orang menuju somber brungbung dengan keadaan telanjang. Setelah sampai di sumber air anak tersebut diangkat oleh seorang warga dan diluruskan ke sumber tersebut dengan kepala berada di bawah sedangkan posisi kaki ada di atas. Bersamaan dengan itu, kedua orang tua sang anak memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Hewan yang dijadikan kurban yaitu seekor kambing dan 2 ekor ayam Madura asli. Kambing tersebut dituntun berkeliling beberapa kali dan dihias sedemikian rupa ketika kambing disembelih, sedangkan untuk dua ekor ayamnya dilepas. Dalam perayaan rokat ini, makanan dibagikan kepada seluruh yang hadir di tempat tersebut. Makanan tersebut disediakan oleh keluarga yang mempunyai hajat.