Sejarah singkat:
.Rumah Tikul Balung, salah satu arsitektur rumah tradisional masyarakat uring Kemiran Banyuwangi Jawa Timur. Rumah tradisional Banyuwangi ini kira-kira sudah beumur 200 tahun, rumah ini memiliki dasar limasan.
Filosopi rumah tikul Balung ni yakni memiliki arti. Uring menanamkan tikul balung yaitu “kanggo urip isun lan rika kabeh, luren sabar ngelakoni. Lubih akeh latihan lubih akeh lan apik asik.”
Deskripsi:
Tikul Balung merupakan sebutan untuk rumah tinggal bagi masyarakat using. Bentuk rumah tikul balung ini memiliki ruang yang berjumlah 4. Bangunan pokoknya terdiri dari tiang-tinag yang jumlahnya genap (8) yaitu 4 tiang bangunan induk dan tiang tambahan depan, 2 tiang tambahan belakang.
Tikul balung melambangkan strata yang paling tinggi. Bagi masyarakat using mempercayai pemilik rumah tiul balung dapat memperolehnya melalui jalan yang berliku-liku atau berkelok-kelok dan mereka mampu menghadapinya dari berbagai cobaan, halangan maupun rintangan.
Tata ruang tikul Balung ada tiga : bale (ruang tamu), jerumyah (teras), jerunyah (tempat tidur orang tua) dan dapur
Rumah tradisional tikul Balung ini berada di Banyuwangi dan kebanyakan di Desa Kemiran kecamatan Glagah.