Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Seni Pertunjukan(Teater Tradisional)/Wayang Beber Pacitan |
Sejarah singkat:
Wayang beber adalah jenis wayang yang berupa gambar-gambar yang melukiskan kejadian atau adegan penting cerita Panji yang berasal dari Kerajaan Jenggala abad ke-11. wayang ini termasuk jenis wayang yang cukup tua sejarah kemunculannya. Wayang ini dibuat sesudah Pemerintahan Amangkurat II (1677-1678) dan sebelum Amangkurat III (1703-170) di Kartosuro.
Wayang beber Pacitan memuat cerita dari Sulung, berasal dari embantu Prabu Brawijaya.
Versi dari keberadaan wayang beber Pacitan ditulis dalam kitab Sastromiduro dan diperkuat oleh Ma Huan (Tiongkok) yang beragama Islam (1413-1415) yang mngiringi Laksamana Cheng Ho dalam lawatannya ke Majapahit.
Deskripsi:
Wayang beber Pacitan menceritakan Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji. Dan terdiri dari 6 gulungan (role) yang masing-masing gulungan terdiri dari 4 adegan sehingga ada 24 adegan, adegan yang ke-24 konon tidak boleh dibuka
Proses pertunjukan, dalang duduk bersimpuh didepan kotak yang berisi gulungan-gulungan, kemudian wayang dibentangkan yang mana ujung kanan, kiri diberi lonjaran kayu yang biasa disebut seligi, kemudian seligi dimasukkan pada lobang yang ada pada ujung kanan, kiri kotak penyimpanan yang biasa disebut ceblokan.
Pertunjukan membutuhkan waktu 90 menit, dengan diiringi instrument gamelan terdiri gong, kenung, kendang dan rebab.
Fungsinya untuk penyuluhan pada masyarakat an untuk media dukung kerohanian.