Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Religi orang Samin Blora |
Sejarah:
Munculnya agama’Adam’ di landasi pemahaman bahwa orang yang pertama kali mengawali kehidupan di dunia adalah Adam.’Agama Adam’ bagi bagi masyarakat Samin di bawa sejak lahir.’Adam’ merupakan perwujudan’ucapan’ dan di wujudkan dengan aktivitas yang baik. Nama Adam sebagai bukti pemahaman sebagai nama manusia pertama yang di ciptakan Tuhan di dunia ini, sedangkan kata’agama’ lebih bermakna’ugeman’ atau pegangan hidup, akan tercipta tradisi tersebut bermuatan ajaran etika hidup menjadi kepercayaan yang di pegang erat-erat dengan cara mempertahankannya melalui proses pendidikan informal(dalam keluarga) sejak kecil dengan model tutuan(oral tradition) dan tauladan(figur). Kedudukan orang tua sebagai figur yang di contoh dalam praktik kehidupan oleh keluarganya memberikan enam prinsip hidup dan pantangan dasar.
Deskripsi:
‘Agama Adam’ lebih bermakna dengan pegangan hidup yang bermuatan ajaran etika hidup menjadi kepercayaan yang di pegang teguh yaitu:
1. Pantangan untuk tidak: denki(menfitnah), srei(jerakal), panasten(membenci sesama), dahwen(menuduh), kemeren(iri hati/sirik), nyiyo marang sepada(berbuat nesa terhadaop sesama), bejak reyos iku dulure(tidak boleh menyia-nyiakan orang lain).
2. Tidak boleh: bedok(menuduh), colong(mencuri), pethil(mengambil barang yang masih melekat dengan sumber kehidupannya), jumput(mengambil barang yang telah menjadi komoditas di pasar Nemu(menemukan)
3. Taat pada prinsip:
- Kudu weruh theke dhewe(harus memahami barang yang dimilikinya dan tivdak memanfaatkan milik orang lain)
- Lugu – hanya mengenal yang atau tidak ada kata-kata kira-kira, mungkin
- Mligi – taat pada aturan-aturan dan prinsip-prinsip hidup.
- Rukun – dengan kelurga, saudara, tetangga, siapa-siapa.
4.- Pendidikan anak hanya lewat orang tuanya, tidak lewat sekolah/kursus.
- Berpakaian adat Samin: - jawal/tokong(celana selutut), bkebkel(sarung), baju hitam atau kaos; udheng(ikat kepala)
- Tidak boleh beristri lebih dari satu.