Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Tradisional: Dewi Kasuburan pada Masyarakat Agraria - Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta |
Sejarah:
Dalam masyarakat agraria(terutama di Jawa), tradisi penghormatan terhadap kehadiran Dewi Sri masih berlangsung sampai sekarang.Simbolisme penghormatan terhadap Dewi Sri tampak dalam situs-situs perkawinan, tata ruang rumah Jawa, dan situs-situs pertanian .Figur Dewi Sri menjadi symbol dan kerangka berfikir bagi Orang Jawa khususnya petani Jawa. Dalam stuktur berfikir mereka percaya bahwa asal-usul benih kehidupan berasal dari dunia atas(dewa) yang di berikan kepada dunia bawah(manusia).Supaya benih kehidupantetap terjaga keberlangsungannya maka harus di jaga hubungan dunia atas dan dunia bawah melalui situs-situs.
Deskripsi:
Tindakan Religius orang Jawa di pengaruhi oleh agama Hindhu. Penghormatan dan pemujaan terhadap dewa-dewa Hindhu menimbulkan asimilasi paham dengan paham Hindhu.Deswi Sri diyakini petani sebagai dewi yang memelihara tanaman.Dewi Sri kemudian muncul tradisi-tradisi yang berkaitan dengan pemujaan atau penghormatan terhadap Dewi Sri. Dewi kesuburan,dewi penjaga sawah, atau dewi padi di kenal melalui upacara-upacara pertanian yang masih di laksanakan di beberapa daerah diJawa. Sampai sekarang masih terdapat proses tahap-tahap penanaman padi yang belum kehilangan sifat reksinasinya dan masih di rayakan dengan upacara atau slametan. Ritual terkait dengan siklus pertanian misal upacara sungkeb-tandur, methik, sedhekah tani. Pengejawatakan yang berkaitan dengan figure Sri juga terdapat dalam acara medadareni, dalam mitoni, hadir dalam kembang padi, dalam persinggahannya yang di sebut jenthong tengah atau pedaringan, pasren.