Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaArsitektur Jawa
Sejarah: Ndalem Kanjengan di Kranggan, Taemanggung adalah berkas rumah kontrakia Belanda yang di bangun tahun 1750 kini bernama ndalem Kanjengan.Kota Kranggan lebih tua di banding kota Temanggung, Pada abad18 Kranggan cukup di kenal di kalangan pedagang, menyusul kota Temanggung yang di kenal tahun1840-an.Sepanjang sejarah gedung tersebut di tempuh pejkabat atau bukan yangt oleh rakyat kecil di sebhut ndoro kampung.Awalnya kontrakia Belanda yang tugasnya mendampingi wedana.Ketika bterjadi penembakan masa, Belanda menawarkan kepada KRT Holon Soemodilogo agar membeli bangunan dan tanah tersebut.KRT Halan Soemodilogo adalah Bupati Temanggung III(1848-1878). Rumah tersebut di tempati sampai wafatnya 1905, dan selanjutnya di wariskan secara turun-temurun menjadi hak waris keluarga dari Sudarman Soemodilogo yangb pernah menjabat dokter Kasunanan Surakarta (sunan X). Deskripsi: Gedung ini di bangun di atas tanah seluas 9ha.Bangunan induk menghadap ke barat ke Selatan samping.Bentuk fisik bangunan ndalem kanjengan mencirikan detail bangunan perpaduan khas Jawa dan arsitektur Eropa.Pintu dan jendela besar dengan dinding fungsi.Di bangunan induk terdapat ruang tamu besar yanmg biasa di gunakan untuk rapat.Di belakang terdapat ruang jirungsitan.Ada lima kamar besar dan vruang tengah yang luas.Bangunan induk di lengkapi dua bangunan yang lebih kecil di sayap kiri dan kanan.Di sayap kanan terdapat bangunan yang dulunya untuk keluarga istri Bupati.Bangunan tambahan ada di sayap kiri kandang kuda serta tempat menyimpan kereta.Setiap bangunan tambahan di hubungkan dengan jalan lorong beratap.Kamar mandi dan sumur letaknya terpisah di belakang.Penataan itu membuat konsep Jawa bukan mewah luas bersih.Ndalem Kanjengan inui sekarang di fungsikan untuk penginapan atau hotel.Tamu hotel dapat menyaksikan berbagai ragam foto dan batu asli bupati Temanggung tempo dulu.