Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTradisi Khol Mbah Panggung
Sejarah: Setelah Embah Panggung meninggal dunia, beliau dimakamkan di desa Panggung dengan disebelah kanan kirinya makam dari dua anjing pengikutnya yaitu Iman dan Tokid.  Untuk mengenang jasa-jasa beliau sampai sekarang masyarakat di kota Tegal mulai tahun 1954 mengelar acara Khol disetiap tahunnya. Acara ini dimaksudkan untuk memohon berkah dari Pangeran Panggung agar kehidupan masyarakat kota Tegal pada umumnya dan masyarakat disekitarnya. Khol Mbah Panggung bertujuan untuk menghormati, mendoakan, mengingat mbah panggung sebagi pahlawan dunia akhirat. Mbah Panggung ada sebelum adanya Tegal. Dimana dulunya Tegal merupakan sebuah atol atol dengan pulau Jawa.  Hal ini dikarenakan adanya paku bumi, ujung rusi yang dulunya terpisah. Atol inilah yang digunakan Mbah Panggung untuk munajad. Dimana pada masa sekarang ini wilayah atol tersebut terletak dikelurahan panggung. Mbah Munib dari Mranggen mengatakan bahwa Mbah Panggung merupakan penasehat spiritual dari kerajaan Demak. Mbah Panggung merupakan keturunan Arab dengan nama Syayid Syarif Abdulrochman, yang lebih dikenal dengan Abdulrochman. Mbah Panggung eksis pada masa kerajaan Demak sekitar tahun 1478 (pulau karang) yang dikelilingi oleh laut. Deskripsi: Tradisi upacara Khol pada makam Mbah Panggung ini dimulai tahun 2000-an dengan berbagai hambatan yang dihadapi. Pembiayaan dalam upacara khol ini berasal dari iuran sukarela dan sumbangan-sumbangan dari berbagai pihak. Upacara khol ini semula dilaksanakan pada tanggal 6 bulan Syaban. Dalam perkembangannya khol ini dilakukan pada bulan Syahban diambil pada malam minggu. Acara khol ini mulai dilakukan pada Sabtu sore, yang diikuti dengan acara sunatan massal. Kemudian sehabis magrib sebagian dari panitia dan juru kunci menuju (sowan) dimakam Mbah Panggung yang dilanjutkan dengan nglarung sesaji dilaut Tegal. Sesaji ini berisi antara lain kepala kerbau, jajan pasar dll. Sebagian lagi dari panitia setelah isya mengikuti pawai yang diiringi dengan terbangan. Pawai ini melalui jalan Pancasila – Kol. Sudiarto kemudian masuk ke jalan Arifin. Upacara nglarung sesaji ini mulai diadakan sejak adanya tradisi upacara khol. Panitia khol dari tahun 2000-2008 tetap yang terdiri dari Sembilan orang. Tahlil yang dilakukan pada malam harinya mulai pukul 21.00 – 23.30 (malam khol) yang dipimpin oleh Habib Abdullah al Hadad dari Pekalongan. Daging kerbau itu kemudian dimasak dan keesokan harinya dimakan bersama-sama pada acara tahlil akbar.selain kerbau untuk sesaji juga digunakan kepala kambing dan beraneka macam jajan pasar. Pagi harinya sekitar jam 8.00 diadakan upacara khol dengan pembacaan yasin, tahlil bersama-sama yang dipimpin oleh Habib Yahya Al Iyid dengan Habib Muhdor Al Jufri. Kemudian dalam perkembangannya setelah Habib Yahya Al Iyid meninggal digantikan oleh Habib Muhdor Al Jufri dengan Habib Muhsin Al Hamdan. Acara khol ini juga diisi dengan sunatan massal, pembacaan yasin, tahlil dan mujahadahan, tablig akbar, berbagai macam doa yang intinya untuk memohonkan maaf kepada yang kuasa atas kesalahan dari mbah panggung dan para leluhur sampai dengan diberikan keselamatan pada anak cucu dan desa tempat tinggal beliau. Dalam acara ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat dari berbagai golongan yang membaur menjadi satu. Dari acara ini tidak terlihat adanya perbedaan lapisan sosial masyarakat, yang terlihat hanyalah kerukunan, keharmonisan diantara mereka. Selain itu dari awal makam ini sudah dijadikan makam umum bagi warga. Makam ini merupakan makam kuno, hal ini terlihat masih adanya makam dari keturunan brawijaya. Selain itu setiap hari makam dari mabah Panggung sendiri juga dikunjungi warga yang ingin berziarah ditempat ini. Didaerah ini juga terdapat sumur yang dulunya digunakan untuk mengambil sumpah seseorang dalam melakukan perbuatan dengan cara melemparkan sejumlah uang kedalam sumur. Sumur ini dipercaya oleh mayarakat dapat membantu menyelesaikan permasalahan mengenai nilai-nilai moral yang dimiliki oleh masyarakat (Rini Iswari, dkk.2009: 73-85).