Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaMakanan Molod
Sejarah: Manusia dalam hidupnya memerlukan makan dan minum, karena salah satu kebutuhan pokok manusia adalah makan dan minum untuk melangsungkan hidupnya. Pada dasarnya bahan mentah yang dapat dimakan berasal dari unsur hewani dan nabati. Bahan dari unsur hewani dan nabati mempunyai potensi untuk dimakan, dan turut menentukan corak pola konsumsi masyarakat. Makanan sebagai kompleks pengetahuan menentukan pilihan yang tidak dan boleh dimakan atau dikonsumsi. Tidak semua masyarakat memanfaatkan semua makanan yang diperolehnya karena ada pula yang mengandung racun yang dapat membawa bencana pda waktu dikonsumsi. Oleh karena itu harus dimasak terlebih dahulu supaya racunnya hilang. Cara memasak tadi melalui proses pengetahuan dari masyarakat dan diberikan bumbu-bumbu yang sudah pernah dijalankan oleh para orang tua sehingga akan selamat dari keracunan makanan yang masih mentah. Oleh karena itu sebaiknya dalam mengkonsumsi makanan sebaiknya yang sudah dimasak terlebih dahulu. Deskripsi: Pulau Bawean ada semacam jenis makanan yang disebut Molod, yang dijadikan salah satu bentuk makanan hantaran dalam bentuk sajian makanan dan sejumlah barang yang ditata dalam suatu tempat dengan dihiasi beraneka warna atau jenis makanan lainnya. Ciri khas masyarakat dari acara ini dengan menunjukkan bawaan setiap orang untuk keperluan upacara yang dilaksanakan setiap bulan Robiulawal, pada tanggal 12, yaitu pada waktu diadakan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. Tradisi dalam upacara yang berlangsung pada tanggal 12 Robiulawal ini terus dilaksanakan oleh masyarakat Bawean di Pulau Bawean Kabupaten Gresik. Dalam pelaksanaan mendapat tanggapan dari seluruh masyarakat, karena pelaksanaan upacara ini pada masa lalu dilaksanakan oleh para leluhurnya dan sampai sekarang terus mendapat dukungan para kaum muda yang ikut melestarikannya.