Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Labuhan Gunung Kombang di Pantai Ngliyep Malang - Donomulyo, Kab. Malang, Jawa Timur
Sejarah: Desa Kedungsalam yang sangat damai dan sejahtera, namun pada suatu saat kedamaian tersebut terganggu oleh adanya pageblug ‘wabah penyakit’ yang menimpa rakyat Desa Kedungsalam. Mbah Atun sebagai sesepuh desa merasa prihatin, maka beliau segera ber-semedi memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar masyarakat di desanya tenteram, damai dan sejahtera seperti sediakala. Di dalam semedi-nya, beliau mendapat wangsit bahwa pageblug ‘wabah penyakit’ akan segera sirna apabila mbah Atun beserta masyarakat Desa Kedungsalam mengadakan upacara labuhan di bukit Gunung Kombang yang terletak di sekitar Pantai Ngliyep. Wangsit tersebut oleh mbah Atun segera disampaikan kepada Bapak Lurah dan masyarakat Desa Kedungsalam. Kemudian Bapak Lurah dan mbah Atun mengadakan musyawarah kapan upacara labuhan tersebut akan dilaksanakan. Berdasarkan musyawarah upacara labuhan di Gunung Kombang dilaksanakan pada tanggal 14 bulan Maulud. Beberapa saat setelah upacara labuhan di Gunung Kombang dilaksanakan, ternyata pageblug ’wabah penyakit’ yang mengganas di Desa Kedungsalam hilang, sehingga masyarakat menjadi tenteram, damai dan sejahtera kembali. Oleh karena itu sampai sekarang masyarakat Desa Kedungsalam pada umumnya, dan keluarga keturunan mbah Atun pada khususnya selalu melaksanakan upacara labuhan di Gunung Kombang yang diadakan pada setiap tanggal 14 Maulud. Adapun tujuan diselenggarakan labuhan tersebut adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas rakhmat yang telah dilimpahkan-Nya dan juga merupakan sarana permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar masyarakat Desa Kedungsalam mendapat keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian baik lahir maupun batin, disamping sebagai persembahan kepada mbok Nyai Ratus Mas, Penguasa Laut Selatan Deskripsi: Tujuan diselenggarakanya upacara Labuhan Gunung Kombang adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas rakhmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, disamping untuk mengenang jasa-jasa mbah Atun sebagai cikal bakal pendiri Desa Kedungsalam. Selain itu juga merupakan bentuk persembahan kepada mbok Nyai Ratu Mas, penguasa Laut Selatan. Diharapkan melalui pelaksanaan upacara labuhan ini masyarakat Desa Kedungsalam yang merupakan pedukung utama upacara ini mendapat rakhmat, keselamatan, kesejahteraan, ketentraman dan kedamaian baik lahir maupun batin dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga apa yang mereka citakan dapat terlaksana dengan baik. Upacara tradisional Labuhan Gunung Kombang di Pantai Ngliyep diselenggarakan setiap tahun sekali berdasarkan berhitungan kalender Jawa, yaitu setiap tanggal 14 Maulud. Sedangkan waktu pelaksanaan upacaranya yaitu pelaksanaan tirakatan dilaksanakan pada malam tanggal 13 Maulud, persiapan upacara dilaksanakan pada tanggal 14 Maulud pagi sampai siang hari. Waktu pelaksanaan labuhan dilakukan pada tanggal 14 Maulud sore hari, dan pelaksanaan selamatan penutup dilaksanakan pada senja hari setelah labuhan di Gunung Kombang Selesai. Sedangkan tempat pelaksanaan upacara labuhan dipimpin oleh mbah Supangat, tempat tirakatan dan mempersiapkan sesaji bertempat di rumah mbah Supangat yang terletak di Dusun Krajan, Desa Kedungsalam. Sedangkan tempat melabuh sesaji yaitu di lereng selatan bukit Gunung Kombang Pantai Ngliyep, yang diyakini bahwa di dasar laut dekat bukit Gunung Kombang diyakini terdapat lorong watu lawang yang merupakan pintu pertama menuju kerajaan mbok Nyai Ratu Mas, penguasa Laut Selatan.