Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaRitual Membuang Sial
Bagi sebagian masyarakat pedesaan masih ada yang meyakini untuk mohon keselamatan kepada Sang Pemberi Hidup dengan melakukan ritual. Ritual ini dilakukan pada saat barsih desa. Di Desa legoksari Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung ada sarana yang dianggap untuk membuang sial yang dilakukan di beberapa tempat yaitu Watu Lumpang dan beberapa mata air.Dalam rangka menyelenggarakan bersih desa pada tanggal 2 April 2010 yang dilakukan di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung dimeriahkan dengan kelompok kesenian kuda lumping dan barongan. Mula-mula rombongan kesenian ini berjalan mengelilingi desa dengan diikuti ratusan warga yang masing-masing kepala keluarga membawa tumpeng nasi beserta lauknya dan hasil bumi. Di Desa Legoksari terdapat empat titik sumber air yaitu : Tuk Ponthong, Sela Kenthengsari, Gua Kali Cilik, dan Depok. Selain empat titik mata air di Legoksari terdapat sebuah batu ukuran besar pada bagian tengah ada lubang sehingga menyerupai bentuk lumpang. Batu lumpang ini dahulu pernah digunakan untuk bertapa seseorang yang kemudian punya pengaruh di tempat tersebut. Rombongan warga yang menjadi pengiring kesenian ini lalu terpecah menjadi lima kelompok. Satu kelompok menuju Tuk Ponthong, satu kelompok menuju mata air Sela Kenthengsari, satu kelompok menuju mata air Gua cilik, satu kelompok menuju mata air Depok, satu kelompok menuju watu lumpang. Semua yang berada di 5 lokasi itu berdoa mohon kepada sang Pemberi Hidup agar desa mereka dihindarkan dari mara bahaya dan diberi limpahan rejeki. Inilah cara mereka membuang sial. Usai berdoa beberapa orang terlihat mandi di mata air. Sementara itu para seniman menjamas alat-alat kesenian mereka ke mata air. Setelah dirasa cukup, mereka lalu makan nasi tumpeng bersama. Sesudah itu mereka menuju balai desa untuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit.