Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Tipung - Kedu, Kab. Temanggung, Jawa Tengah |
Daerah Temanggung terkenal sebagai penghasil tembakau. Pada musim panen tembakau para pemilik tembakau membutuhkan keranjang untuk menyimpan tembakau yang telah dirajang dan dikeringkan. Keranjang tersebut di Temanggung disebut tipung. Para pengrajin tipung telah mulai memproduksi tipung sejak 1 sampai 2 bulan sebelum panen tembakau. Salah seorang pengrajin tipung adalah Jumanto asal Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung.
Jumanto menjelaskan bahwa untuk keperluan membuat tipung ia harus membeli bahan baku dua atau tiga bulan sebelum petani memetik tembakaunya, hal ini dilakukan agar tidak kesulitan mendapat bahan baku. Setelah pengrajin tipung sudah membeli bahan baku, pembuatan tipung baru dilakukan mendekati panen raya tembakau.
Menurut Jumanto ia bersama isterinya dalam satu hari dapat menyelesaikan 10 buah tipung ukuran sedang yang yang berkapasitas tembakau 40 kg. Menurut Jumanto bagi pengrajin tipung yang masih belajar dalam 1 hari baru mampu menyelesaikan 2 buah tipung.
Satu lonjor bambu ukuran 4-5 meter dibeli dengan harga Rp. 8000,- satu lonjor bambu dapat dijadikan tipung sebanyak 3 buah ukuran sedang. Keranjang yang telah dianyam pada bagian atasnya perlu ditambah pelepah daun pisang yang telah kering, setelah lengkap baru disebut tipung. Harga satu buah tipung ukuran sedang Rp. 10.000. Pada setiap panen tembakau dibutuhkan tipung sekitar 140.000 buah. Hal ini merupakan peluang musiman bagi pengrajin tipung.