Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara “Ngunduh” Sarang Burung/Sesaji buat Kanjeng Ratu Kidul - Kebumen, Jawa Tengah
Sejarah: Konon sekian abad ke-17 seorang Raja Mataram yang berkedudukan di Kartosuro, permaisurinya sakit dan sulit untuk diobati. Berdasar dari wangsit, permaisuri itu dapat disembuhkan dengan jamur yang tumbuh di batu karang di pantai laut selatan. Kemudian raja memerintahkan kepada Bupati Begelen untuk mencarinya. Setelah diobati dengan jamur tersebut yang teryata sarang burung itu, permaisuri itu dapat sembuh. Bupati Begelen kemudian kembali ke karang bolong untuk menikah dengan Dewi Haryawati yang telah menolongya. Bupati Begelen juga mengadakan kesepakatan dengan penguasa gaib Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul. Yaitu untuk menggelar sejumlah ritual sebelum memanen sarang burung wallet. Ritual tersebut masih dilakukan untuk sampai sekarang sebelum mengunduh/mengambil sarang burung walet. Deskripsi: Upacara Tradisional “Ngunduh” (petik) sarang burung wallet di Karangbolong dimulai sejak jaman Mataram masih berkedudukan di Kartosuro. Upacara ini sampai sekarang masih dilestarikan. Pengunduhan sarang burung di Karangbolong setiap tahunya empat kali, maka pelaksanan upacara itu empat kali juga. Waktu pelaksanaan tidak ditentukan, karena tergantung gelombang laut selatan. Fungsi dari pelaksanaan upacara ini adalah untuk mengadakan pendekatan kepada penguasa laut selatan. Sehingga pada saat pengunduhan, para pengunduh tidak mengalami kecelakaan. Dengan kata lain upacara ini dilakukan untuk memohon perlidungan agar pengunduh (pemetik) sarang burung tidak mengalami ganguan, baik secara fisik maupun batin.