Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Ruwatan Rambut Gembel |
Sejarah : Anak-anak yang berambut gembel banyak ditemui di dataran tinggi Dieng dan lereng gunung Sindoro-Sumbing derta di lereng Merbabu dan Kabupaten Banjarnegara. Rambut gembel dianggap sebagai sesuker oleh karena itu untuk membersihkan sesuker itu harus dengan upacara ruwatan dengan cara mencukur bagian rambutnya yang gembel. Ruwatan berasal dari kata ruwat yang artinya melepas dari nasib sialnya. Acara ruwatan dilakukan setelah si anak mengajukan permintaan sebagai persyaratan khusus yang disebut "bebana".
Deskripsi : Baru-baru ini warga Desa Gondowulan Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan ruwatan rambut gembel yang dimeriahkan atraksi budaya. Hadir dalam ruwatan ini Bupati Wonosobo dan jajaran Muspika. Ruwatan diikuti oleh 8 orang anak yaitu Sahak Nasukha (5 tahun) dan Friska (5 tahun) keduanya minta kambing etawa. Ahmad Abdul Halim (5 tahun) minta satu televisi dan satu dos mi instan. Indri Dwi Astuti (7 tahun) minta lauk tahu 100 buah. Umi Aminah (6 tahun) dan Safriyono Julianti (3 tahun) keduanya minta sepasang ayam. Ahmad Bero (6 tahun) minta Baju, celana dan peci. Nurjanah (4 tahun) minta permainan.
Ritual dimulai dengan mengarak 8 orang anak yang rambutnya akan dipotong dari batas desa hingga lokasi pemotongan rambut gembel yaitu di pelataran gua Simpen yang masih berada di Desa Gondowulan. Untuk menuju lokasi tersebut mereka harus berjalan sekitar 2 km lewat jalan berbatu dan menanjak karena letaknya di perbukitan. Pada saat 8 anak ini diarak banyak warga yang mengikuti karena ingin menyaksikan pemotongan rambut gembel. Sampai di pelataran gua Simpen ke 8 anak tersebut lalu duduk di sebuah panggung yang diberi hiasan daun. Mereka ditunggui oleh orang tua masing-masing. Setelah tiba saatnya secara urut rambut gembel mereka dipotong oleh seorang yang dituakan.