Sejarah:
Menurut sejarah, pada tahun 1936 Gereja tua Puhsarang ini dibangun oleh belanda bekerja sama dengan masyarakat setempat (Desa Puhsarang) Gereja tua Puhsarang ini dibangun di Gunung Klotak, lereng Gunung Wilis, Kec. Semen, Kab. Kediri. Jarak dari Kediri kira-kira 6 km., dan jika ditempuh dengan kendaraan bermotor lamanya kira-kira 15 menit. Gereja ini merupakan tempat ibadah sekaligus tempat ziarah umat katolik. Hingga kini tempat ini menjadi salah satu obyek wisata budaya yang banyak dikunjungi orang.
Deskripsi:
Gereja tua Puhsarang memiliki luas sekitar 6,5 ha. Di dalam kompleks puhsarang ini terdapat hal yang unik yaitu di warnai dengan unsur bentangan kawat baja sebagai pengganti reng dan usuk untuk atap gereja. Altar gereja di buat dari batu Massif yang beratnya mencapai 7 ton dan berhias pahatan sura. Altar luar berbentuk stupa borobudur, sedang menara gereja berbentuk Candi Bentar. Selain itu, ada pendapa, perangkat gamelan, tabernakel dari batu dengan desain batu terguling, dan ada sebuah makam. Desain gereja ini merupakan perpaduan unsur luar (belanda) dengan unsur budaya lokal. Dalam gereja terdapat relief-relief batu tentang lambang-lambang penulis injil.