Sejarah:
Dahulu Desa Cindogo dikenal sebagai perajin kuningan karena hampir semua penduduknya membuat kuningan. Pekerjaan ini dilakukan secara turun-temurun dan waktu itu yang diproduksi adalah alat-alat rumah tangga seperti dandang, cetakan kue, alat-alat sesaji dan sebagainya. Bahan baku berupa kuningan yang dibeli di tempat penimbangan besi rongsokan. Hasil produksinya itu ada yang dijual di pasar atau disetorkan ke toko-toko. Namun setelah harga bahan baku naik hampir 3 x lipat maka perajin mulai gulung tikar dan sekarang ini yang masih bertahan tinggal 6 orang dan yang mempunyai bapak angkat.
Deskripsi:
Kerajinan kuningan yang berada di Dusun Jurang Sapi, Cindogo, Kecamatan Tapen kurang lebih 12 Km dari kota Bondowoso ke jurusan Situbondo. Bahan bakunya adalah kuningan rongsokan dengan harga Rp 45.000,-/kg. Barang-barang yang diproduksi sekarang adalah hiasan rumah tangga, alat-alat upacara (bokor dan gayung) dan bermacam-macam souvenir. Cat yang dipakai untuk mewarnai adalah cat yang dipakai untuk mengecat mobil sehingga tidak luntur. Para perajin adalah sudah generasi ke 3 seperti pak Edi Sujono (0332 420446) untuk pemasaran kerjasama dengan orang Pemda. Harga produksinya minimal Rp 100.000,-/buah seperti tempat tissue. Kalau guci harganya Rp 175.000,-, bokor Rp 450.000,-, kuda Rp 750.000,-.