Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Pindang Tetel |
Sejarah : Bila anda berkunjung ke kota batik Pekalongan, Jawa Tengah jangan lewatkan kesempatan mencicipi pindang tetel. Jangan salah kira karena meski namanya pindang tetapi tidak ada potongan ikan pindang didalamnya. Hidangan yang mirip rawon dengan potongan daging dan kuah segar berwarna hitam ini memiliki cita rasa gurih yang khas dengan bumbu tauco. Pindang tetel dapat dijumpai di warung milik Fatimah yang terletak di depan pom bensin pertigaan Pekalongan Jawa Tengah ini. Sepintas pindang tetel hamper merupai rawon masakan khas Jawa Timur. Tapi sebenarnya berbeda karena pindang tetel menggunakan daging murni dicampur jeroan dengan kuah lebih segar.
Deskripsi : Bumbu pindang tetel menggunakan tauco sehingga aroma gurih pada kuahnya lebih terasa, tapi yang khas adalah pindang tetel disajikan dengan campuran kecambah dan krupuk mie goring pasir yang disebut mie usek Campuran kecambah segar dan krupuk mie usek inilah yang membuat nafsu makan bertambah. Memasak pindang tetel tidak terlalu rumit. Pertama –tama tulang sapid an irisan daging direbus hingga keluar kaldunya lalu diberi bumbu, seperti keluwak, ketumbar, bawang merah dan bawang putih. Kemudian kuah serpih daging disajikan dan ditaburi remasan krupuk mie usek diatasnya. Biasanya pindang tetel disantap bersama lontong. Pindang tetel digemari masyarakat berbagai kalangan karena selain rasanya lezat harganya pun terjangkau, yakni hanya 3000 rupiah per porsi.