Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | NASI KARAK TEMPE - Dukun, Kab. Gresik, Jawa Timur |
Ada satu kuliner yang sudah hampir punah, namanya sego (nasi) karak tempe. Nasi ini warnanya hitam, karena terbuat dari ketan hitam yang dicampur dengan beras putih. Komposisi nasi karak tempe itu sendiri terdiri dari beras putih, ketan hitam, kelapa parut, poya/serundeng, tempe goreng, dan lombok. Proses pembuatan: beras putih dan beras ketan hitam dicampur menjadi satu setelah direndam, lalu ditanak/dimasak hingga matang. Kemudian kelapa diparut. Proses pembuatan serundeng, yakni sebagian kelapa parut digoreng kemudian ditumbuk dan diberi sedikit gula. Tempe yang dibumbui, digoreng sebagai lauknya. Penyajian nasi karak tempe yang berbahan beras ketan hitam ditaburi dengan kelapa parut, serundeng, dua tempe goreng serta lombok.
Asal-usul munculnya nasi karak tempe yang berkembang di masyarakat bahwa awal keberadaannya pada masa penjajahan Belanda. Pemerintah Belanda menerapkan peraturan bahwa masyarakat Gresik dilarang makan nasi dari beras putih yang baru dimasak. Mereka harus makan nasi aking, pemerintah Belanda menyuruh masyarakat makan nasi karak adalah karena mereka tidak ingin masyarakat Gresik pintar dan cerdas dan nantinya dapat mengganggu. Masyarakat Gresik memiliki suatu gagasan untuk menipu pemerintah Belanda dengan cara memanipulasi nasi karak atau aking. Mereka mencari akal bagaimana caranya makan yang sedikit enak dan memberi mereka tenaga. Muncullah gagasan untuk mencampur karak yang sudah ada dengan ketan hitam. Namun warna ketan hitam tidak ditonjolkan, bukan sehitam sekarang. Dulu berwarna agak kemerah-merahan. Pada akhirnya, karak tersebut tercampur dengan ketan hitam dan rasanya lebih mendingan daripada sekadar makan nasi aking saja.