Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Singo Ulung/Ronteg Singo Ulung - Bondowoso, Jawa Timur |
Sejarah:
Keseniaan Singo Ulung merupakan kesenian rakyat yang tumbuh dan berkembang didesa Blimbing, Kec. Klabang Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Munculnya keseniaan ini diilhami dari upacara yang dikenal dengan nama Tradisi Singo Ulung yang dilakukan setiap tanggal 15 bulan Sya’ban. Dari situlah kemudian dari unsure yang ada di dalam tradisi itu digubah oleh seorang seniman local menjadi sebuah sebuah tari yang dinamakan Ronteg Singo Ulung. Keseniaan ini kemudian mendapat pengakuan dari HAKI dari pemerintah Indonesia dan menjadi salah satu ikon Kab. Bondowoso.
Deskripsi:
Singo Ulung adalah nama sebuah tarian. Singo Ulung merupakan nama seorang tokoh sakti yang menjadi cikal bakal nama desa Blimbing. Tradisi ini lahir dan berkembang di desa Blimbing, Kec. Klabang, Kab. Bondowoso, Jawa Timur. Tarian ini awalanya merupakan tarian dari upacara adat yang bernama Singo Ulung, yang kemudian digubah menjadi menjadi satu tarian untuk pertunjukan dengan Roteg Singo Ulung. Yang dapat dipentaskan setiap saat. Tarian Singo ulung sebagai tarian adat sudah berlangsung selama 450 tahun yang lalu, sedangkan Ronteg Singo Ulung lahir pada tahun 2001. Adapun prosesnya pada mulanya kesenian Singo Ulung hanya bisa dilihat dalam kesenian adat, kemudian seorang tokoh seni bernama Sugen S.Sn membuat koreografi tari Singo Ulung agar bisa dinikmati setiap saat agar yang kemudian dinamakan Ronteg Singo Ulung. Koreografi itu dibauat sejak tahun 1996 dan baru sempurna pada tahun 2001 dan berkembang hingga saat ini. Fungsi tari Singo Ulung pada upacara adat sebagai penolak bala sedangkan Ronteg Singo Ulung berfungsi sebagai hiburan.