Sejak belasan tahun lalu Srandakan terkenal sebagai sentra produksi Tahu di Bantul. Salah satunya Hadi Mulyono pengusaha tahu murni sejak tahun 1973. Dengan 15 orang karyawan mengolah kedelai lokal menjadi tahu, mampu memperoleh rata-rata 10 kg hingga 5 kwintal per hari. Sedang pemasarannya meliputi Srandakan, Bantul dan sekitarnya serta kota Yogyakarta.
Selain menjalankan usahanya dengan modal sendiri. Hadi Mulyono juga pernah mendapat bantuan peralatan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul. Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, terutama orang Jawa, tahu biasanya di konsumsi sehari-hari karena bergizi tinggi. Makanan tersebut dibuat dari bahan baku kedelai. Pengolahannyapun mudah. Ada beragam macam tahu antara lain tahu putih (mentah), tahu kuning atau tahu ayu (untuk bakso siomay), tahu pong dan tahu segitiga.