Dari puluhan makanan khas Gresik. Ada yang namanya kupat ketek yang saat ini hampir punah. Makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan, dan air ketek tersebut. Saat ini, tidak banyak penjual yang menjajakan makanan khas itu. Bahan untuk membungkus kupat ketek dari pohon pisang dan pohon siwalan. Keunikan membuat kupat ketek memang membutuhkan waktu yang cukup lama saat proses pemasakan. Dibutuhkan waktu kurang lebih 5 jam supaya kupat ketek dihasilkan terasa kenyal dan tidak kaku saat dijual. Kupat ketek memang berbeda dengan kupat biasanya. Cara penyajian kupat ketek dicampur kelapa parut dan diolesi gula jawa lalu disantap. Sedangkan kupat biasa disajikan bersama sayur sebagai lauk pauk. Kini, makanan khas asli Gresik itu hanya bisa dijumpai saat menjelang hari raya ketupat. Keunikan kupat ketek terletak dari air yang untuk merebus berasal dari sumber air tertentu di bukit dekat makam Dewi Sekardadu. Untuk mencapai lokasi tidaklah, dibutuhkan perjuangan yang cukup berat. Sebab, tidak sembarang orang bisa melakukan. Jika salah perhitungan bisa celaka karena bukitnya sangat terjal, licin, dan berbatu. Kendati diameter sumur air ketek hanya berdiameter 1,5 meter dengan kedalaman dua jengkal jari.