Aum Tandur merupakan upacara yang dilakukan di DusunWarangan pada saat sawah milik semua warga selesai ditanami. Bagi warga Warangan, kata aum diartikan slametan. Mereka mendoakan keselamtan untuk tanaman padi milik orang banyak (warga Warangan) yang masih berada di sawah.
Mengenai sejarah upacara Aum Tandur, tidak ada warga yang dapat menjelaskan secara rinci sejak kapan upacara ini telah dilakukan oleh nenek moyang mereka.
Upacara ini hanya dilakukan di Dusun Warangan dan Gumuk.
Aum Tandur adalah upacara yang dilakukan pada hari Kamis Wage atau Sabtu Wage. Upacara ini pantang dilakukan pada bulan Suro, Mulud, Puasa dan Dulkhaidah. Persiapan upacara ini adalah dengan menyediakan kenduri untuk dua kali, yaitu malam hari dan pagi harinya. Upacara ini disertai pertunjukan wayang kulit. Lakon dalam pentas pewayangan ini adalah Sri Mulih, yang maksudnya berharap agar Dewi Sri datang untuk memberi berkah kepada tanaman padi.