Kerajinan Batu salah satunya terdapat di Desa Wanurejo, meski di Kecamatan lain juga ada (Salam dan Muntilan). Salah satu pengusaha kerajinan batu adalah Bapak Nuryanto. Ia memulainya sejak masih sekolah, dimulai dari kerajinan kaleng bekas yang dibuat menjadi kuda balap untuk mainan anak-anak, kemudian berkembang ke kerajinan miniatur candi. Kerajinan batu ini dimulai tahun 1999 dibantu orang dari ISI untuk desainnya.
Dalam perkembangannya, kerajinan yang diusahakan tidak hanya kerajinan batu, tetapi merambah juga kerajinan fiber glas, kayu, kuningan, kaleng bekas, dan kendang mainan.
Usaha kerajinan batu dimulai tahun 1999. Batu diambil dari sisa-sisa pahat batu. Batu yang digunakan untuk memahat batu berasal dari batu Merapi, yaitu batu andesit. Kerajinan ini memasuki pangsa pasar di Prambanan, Bali, Jakarta, Medan, dan tentu saja di wilayah Borobudur. Usaha ini mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2008.
Usaha ini mempunyai pekerja tetap 30 orang yang berasal dari lingkungan sekitar.