Sejarah: Diprediksi tradisi ini sudah ada sejak zaman kerajaan sampai sekarang. Tidak terdeteksi kapan pertama kali tradisi ini muncul
Deskripsi: Tuk Petuk merupakan sebuah tradisi lokal yang berfungsi untuk menjaga keutuhan nilai tradisi yang tertuang dalam sebuah tradisi bertutur yang diiringi oleh gendang besar, tuk petuk (gendang kecil), gendang sedang, dan sebuah alat pemukul tuk petuk dengan personil 3 orang. Dalam penyajiannya tuk petuk ini juga dilengkapi dengan ancak (penyangga dari bambu) yang berfungsi untuk menggantungkan benda-benda sesuai dengan tema atau tujuan dari ruwatan tersebut. Karena tuk petuk ini termasuk sebuah wahana pensucian atau penetralan maka dalam tampilannya tidak lupa dilakukan pembakaran kemenyan sebagai sebuah permulaan ritual tersebut serta doa-doanya. Sebagai gambaran tuk petuk ini dilakuan dengan teratur (foklore lisan).
Sebagai tambahan situasi sebenarnya ketika tuk petuk ini dilakukan si penutur tidak dalam keadaan sadar.