Omprog Bakungan sebelum perang kemerdekaan hampir sama dengan omprog di Desa Olehsari yaitu terbuat dari bahan-bahan alami. Dalam perkembangannya setelah pembuatan omrpog meninggal maka penari seblang membuat sendiri omprognya. Perkembangan selanjutnya omprog kemudian secara permanen sehingga dapat digunakan berkali-kali sampai alat itu rusak tidak digunakan lagi. Bahan dasar omprog juga diganti dari bambu ke kulit.
Omprog Bakungan dewasa ini sudah dibuat secara permanen. Hal ini dilakukan karena pertimbangan tertentu serta pembuat omprog sudah meninggal sehingga penari seblang membuatnya sendiri. Bahan-bahan yang digunakan antara lain: kulit binatang (sapi), kain kafan, bunga-bunga dan dedaunan. Cara pembuatan omprog sama dengan yang di Desa Olehsari hanya saja omprog di Bakungan lebih tahan lama dan tidak diperebutkan oleh pengunjung. Omprog yang sudah dipakai kemudian disimpan kembali setelah dedaunan dan bunga segar dibuang. Omprog itu digunakan lagi untuk ada seblang tahun berikutnya, begitu seterusnya sampai omprog atau kerangka omprog rusak. Omprog yang akan digunakan dihias dengan dedaunan segar dan bunga-bunga yang wangi sehingga hal itu tidak mengurangi nilai kesakralan adat seblang.