Kesenian Dangglung pada mulanya merupakan karawitan untuk mengiringi Karapan Sapi yang berasal dari Madura (Tabuhan Sapi) yang berbentuk kesenian Kenong Telok. Selanjutnya mengalami pergeseran kegunaan menjadi untuk mengiringi tandak beksan (Tayub Beksan)
Dangglung merupakan iringan karapan sapi yang biasanya bersamaan dengan menunaikan nadzar, nyekar dan brokohan atau kenduri di pekuburan keramat. Selanjutnya kesenian tersebut dengan bentuk iringan lain, seperti iringan kesenian gelipang, Jaran Kencak, Jidoran, Tayub Lumajang, Terbang Maulud maupun ricikan Karawitan Jawa, sebagai iringan tari, uyon-uyon Madura, maupun konser karawitan sindenan.
Adapun untuk iring-iringan Karapn Sapi di samping diiringi Dangglung (Kenong Telok) juga diiringi “Thong-thong Kerap”. Semula kedua kesenian itu pementasannya masing-masing berdiri sendiri, setelah disajikan bersama kemudian disebut “ Kesenian Dangglung”.