Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaPameksan Menang Sri Aji Joyoboyo
Sejarah : Pada abad XII dI Kediri ada seorang raja yang tekenal dengan ramalan Jongko Joyoboyo. Peninggalan sejarahnya adalah Pameksan Sri Aji Joyoboyo atau Sri Mapanji Joyoboyo. Sri Aji Joyoboyo atau Sri Mapanji Joyoboyo ini Adalah sosok raja yang termashur pada masa Jawa Kuna. Diantara raja-raja Kediri, beliau merupakan raja yang termashur, dan dianggap titisan Wisnu. Beliau bertahta di Kediri-Mamenang pada tahun 1135 - 1157 M . Baliau tidak hanya terkenal dari hasilkesusastraannya tetapi juga kesuksesan memimpin. Pameksan adalah memiliki arti tempat hilangnya atau naiknya Jiwa dan raga manusia secara bersama-sama menghadap "Sang Pencipta" di alam langgeng. Pameksan ini dibangun pada tanggal 17-4-1976, oleh masyarakat Kediri sebagai bentuk penghormatan atas kebesaran beliau. Deskripsi : Ziarah Menang Sri Aji Joboyo yang dilakukan oleh masyarakat Desa Menang, Kec. Pagu, Kab. Kediri dilaksanakan setahun sekali setiap tanggal 1 syura, kalender penanggalan Jawa. Aktivitas ini dilakukan dengan berziarah ke tempat Pameksan Sri Aji Joyoboyo di Menang. Tujuan ziarah ini selain untuk mengenang Sri Aji Joyoboyo, juga bertujuan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kini tempat ini menjadi aset wisata yang pada bulan 1 Syura banyak di kunjungi peziarah dari berbagai daerah. Areal wisata ini berada ± 5 km dari utara Monumen SLG (Simpang Lima Gumul) luas areal ± 1650 m².