Sejarah: Di Desa Seputih pada jaman dahulu penduduknya lebih dikenal sebagai pengrajin bambu yang dipakai untuk peralatan rumah tangga, misal: tenggok, irit, kalo, kukusan, nyiru/tampah dan sejenisnya. Setelah adanya peralatan yang terbuat dari plastik maka peralatan dari bahan bambu menjadi tersingkir dan berakibat banyaknya perajin yang gulung tikar. Bagi perajin yang tetap bertahan, disamping membuat kerajinan dari bambu, mereka juga mengembangkan usahanya dengan bahan dari rotan. Pekerjaan anyaman tersebut sudah secara turun-temurun berada di Desa Seputih
Deskripsi : Kerajinan rotan masuk ke Desa Seputih setelah bahan plastik masuk ke Indonesia sehingga mengalahkan pengrajin peralatan rumah tangga dari bambu. Akhirnya mereka yang masih tetap bertahan kemudian beralih ke bahan rotan. Bahan yang diproduksi adalah peralatan rumah tangga seperti keranjang, tempat majalah, kursi, almari, dan sebagainya. Perajin ini binaan dari Diperindag Kabupaten Jember dan mendapat bantuan peralatan dan pinjaman modal.