Labuhan Nelayan Pantai Samas atau Labuhan Jalanidhi, bertempat di Balai Desa Srigading. Proses dimulai pukul 09.00. sesaji utama berupa kepala kerbau di arak dengan berjalan kaki menuju Pantai Samas yang berjarak 4 km. Arak-arakan diawali pemain musik khas prajurit kraton. Lurah Desa di dampingi sesepuh turut berjalan kaki di barisan berikutnya. Sesampai di Pantai Samas, berbagai sesaji ditempatkan di panggung. Kemudian para sesepuh dengan khusuk memimpin doa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat Desa Srigading khususnya para nelayan diberi limpahan hasil laut. Tepat pukul 12.00 wib prosesi dilanjutkan, sesaji disiapkan untuk di larung. Tiga orang penari gambyong dengan membawa tambir berisi sesaji mengawali iring-iringan. Diikuti Bupati Bantul dan Lurah Desa Srigading. Sedang sesaji Mustaka Mahesa diurutan berikutnya.
Di tepi pantai, salah satu sesaji berupa 2 ekor ayam dilepas oleh Bupati Bantul dan Lurah Desa Srigading. Masyarakat langsung berebut menangkap ayam tersebut. Selanjutnya sesaji Mustaka Mahesa, buah-buahan, ketan berbagai warna dan bunga dimuat ke perahu nelayan. Secara bergotong-royong para nelayan mendorang perahu ke laut. Sejumlah 6 perahu melaut, dengan berani para nelayan menerjang keganasan ombak untuk mengantar sesaji bagi penguasa Segoro Kidul.