Sejarah : Kerajinan anyaman bambu di Desa Antirogo sudah ada sejak jaman dahulu dan sekarang ini sudah generasi ke 4. Di tempat ini hampir semua rumah membuat anyaman bambu seperti bakul, irik, kalo, tampah/nyiru (peralatan rumah tangga) yang waktu itu laku keras. Namun dengan masuknya teknologi baru sehingga banyak peralatan rumah tangga yang terbuat dari anyaman bambu yang tidak laku karena peralatan tersebut banyak dibuat dari plastik yang dianggap lebih bagus dan awet digunakan. Karena barang-barang anyaman tidak laku dipasaran dan akhirnya gulung tikar. Untuk yang masih bertahan yaitu tinggal beberapa pengusaha yang kemudian beralih ke anyaman yang modifikasi atau belajar dari perajin Jawa Barat dan masih bertahan sampai sekarang.
Deskripsi: Anyaman bambu yang ada sekarang adalah anyaman model Jawa Barat berupa tempat kue, tutup nasi, tempat hantaran dan sebagainya. Para perajin ini belajar dari Jawa Barat yaitu dari studi banding. Pada waktu itu penyelenggaranya dari Dinas Perdagangan Kabupaten Jember. Kerajinan anyaman bambu ini pembinaannya dari Diperindag dan PKK Kabupaten Jember