Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaAsal-usul Nama Blora
Sejarah: Asal-usul nama Blora serta artinya sampai sekarang belum jelas. Menurut cerita rakyat kata Blora berasal dari kata belor yang artinya lumpur atau tanah becek. Selanjutnya kata belor berkembang menjadi beloran atau mbeloran yang juga berarti tanah berlumpur. Dalam perkembangan selanjutnya kata beloran atau mbeloran diucapkan dengan kata blora atau mbloran. Kata tersebut biasa untuk menyebut nama suatu tempat yang mempunyai spesifikasi atau ciri-ciri seperti tersebut. Versi lain mengatakan bahwa nama Blora berasal dari kata belo lara (anak kuda sakit) yaitu seekor anak kuda yang dipelihara oleh Asisten Residen Rembang kepada Senopati Ngadi yang telah berhasil memadamkan pemberontakan Naya Gimbal / Naya Sentika sehingga dia diangkat menjadi Bupati Karangjati yang sampai semula hanya berupa Kawedanan. Deskripsi: Tersebutlah Wedana Ngadi mempunyai pusaka sakti berupa tombak dapur Godhong andhong. Dengan pengaruh kewibawaan pusakanya dia berhasil menghalau musuh dan mengalahkan prajurit Gimbal. Wedana Ngadi mendapat petunjuk gaib untuk menguburkan jenazah senopati sebelumnya yaitu Begede Jetis di sebelah utara Jetis. Oleh karena makamnya di tanah yang tinggi (pojok) akhirnya Begede Jetis juga mendapat sebutan Sunan Pojok. Adapun Wedana Ngadi telah berjasa besar memadamkan pemberontakan Naya Gimbal, kemudian mendapat hadiah separo desa wilayah Kabupaten Bangir. Pada saat pelantikan sebagai bupati, Ngadi memberi nama kabupatennya namun juga belum mendapat ide. Pada saat pelantikannya beliau mendapat hadiah seekor kuda tanggung (belo) sebagai kendaraannya. Tiba-tiba kuda kecil itu sakit, Ngadi lalu memberi nama wilayah kabupatennya dengan nama Blora yang merupakan kependekan dari kata belo lara (anak kuda sakit). Cukup lama Bupati Ngadi memimpin hingga meninggal di usia tua. Sebelum mangkat beliau berpesan agar jika kelak meninggal dimakamkan di arah utara, berbatasan dengan Kabupaten Bangir. Sampai sekarang masyarakat Blora menyebut makam Bupati Ngadi dengan sebutan Ngadi Purwa. Sebutan tersebut dimaksudkan untuk mengenang Bupati Ngadi sebagai pemula berdirinya Kabupaten Blora.