Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKesenian Barongan
Sejarah: Tari Barongan termasuk salah satu karya seni yang tergolong dalam seni pertunjukan yang juga sering disebut sebagai tarian yang mempunyai kekuatan magis. Dalam budaya masyarakat Blora seni pertunjukan Barongan adalah suatu bentuk tarian yang menggunakan topeng besar berbentuk harimau raksasa yang disebut Singo Barong. Barongan dimainkan oleh dua orang penari yang disebut pembarong, kedua penari tersebut berbagi tugas, yang satu ada di depan bagian kepala dan satunya berada di belakang sebagai ekor. Barongan biasanya disajikan dalam bentuk pawai, tapi ada kalanya dipentaskan dalam bentuk drama barongan yang disebut Reog Barongan. Tari Barongan ceriteranya mengacu pada ceritera Panji. Tokoh utamanya adalah Klana Sewandana dari negeri Bantarangin yang akan melamar Dewi Sekar Taji dari kerajaan Kediri. Ketika ada melamar putri Kediri di tengah jalan dihadang oleh Singo Barong (penjelmaan dari Adipati Gembong Amijaya). Peperangan antara pasukan Bantarangin dengan Singobarong tidak bisa dihindarkan akhirnya kemenangan berada di pihak Singo Barong Pujangga Anom lalu kembali ke Bantarangin. Deskripsi: Barongan merupakan salah satu genre seni yang hidup di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Blora. Menurut sejarahnya bahwa seni Barongan selalu dikaitkan dengan acara ritual seperti sedekah bumi, tolak bala, ruwatan atau bisa juga untuk upacara perkawinan. Disamping itu kesenian Barongan juga dianggap mempunyai kekuatan magis. Di Daerah Blora juga terdapat makam Singa Lodra yang dianggap salah seorang tokoh dalam pertunjukan Barongan. Makam tersebut selalu dikaitkan dengan kesenian Barong, bahkan setiap organisasi yang mengingingkan barongannya sakti seperti singa, biasanya dimintakan berkah di makam tersebut.