Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Industri Batik Widi Nugraha - Ngawi, Jawa Timur |
Sejarah:
Pada bulan Januari 2010 Siwi belajar membatik pada sebuah sanggar di Blitar. Kegiatan ini awalnya untuk mengisi waktu luangnya saat tidak mengajar karena libur semester. Sepulang dari sanggar dia mengantongi pengetahuan dasar tentang batik tulis serta proses pengerjaannya yang relatif panjang dan rumit.Setelah itu Siwi mrmprlajari seluk beluk batik secara otodidak. Semakin mendalami seluk beluk batik tulis makin kuat dorongan pada dirinya untuk menekuni usaha ini. Siwi menilai bahwa usaha batik akan memberikan masa depan putra keduanya Widi Nugraha Perdana yang menekuni desain dan menjahit. Ketika Siwi tengah berada di puncak semangat mengembangkan dan membesarkan industri batik tulisnya, sang suami meninggal, sehingga membuat Siwi menjadi lesu tak bersemangat. Namun situasi itu tidak bertahan lama karena dia sadar pasti ada hikmah yang luar biasa, Siwi termotivasi mengembangkan usaha batiknya demi menyiapkan masa depan anaknya. Akhirnya usaha batiknya bisa berkembang hingga sekarang dan sudah mengembangkan motif batik dengan ciri khas Ngawi sampai 120 macam motif
Deskripsi:
Usaha batik tulis yang diberi nama Widi Nugraha ini bisa memberikan berkah bagi lingkungan sekitar tempat tinggalnya di Desa Munggut, Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi. Siwi merekrut para ibu rumah tangga dan gadis-gadis desa untuk menjadi pembatik dengan terlebih dahulu mengajari mereka yang semula adalah para buruh tani, dengan mengajari bagaimana cara memegang canting dan menorehkannya diatas kain yang sudah di desain gambarnya.. Jumlah tenaga kerjanya sudah mencapai 110 orang dan 50 orang diantaranya aktif menghasilkan batik. Dalam mengembangkan usahanya ini Siwi berhasil membangun tim agar bisa lebih efisien, yang meliputi tim motif, tim pewarna kain, dan tim pecanting. Setiap tim mempunyai peran dan saling bekerja sama sehingga bisa menghasilkan produksi yang baik. Rumah produksinya berada di Desa Cangaan Kec. Kasreman, Ngawi mampu memproduksi 150 – 200 lembar batik tulis setiap bulannya. Untuk show roomnya berada di Desa Munggut. Harga kain biasa dijual sekitar Rp.125.000,- - Rp. 1.000.000,- perlembar tergantung pada motif dan bahan bakunya.
Usaha Siwi untuk memberdayakan perempuan dan mengentaskan warga dari kemiskinan melalui usaha kerajinan batik tulis ini pada tahun 2013 mendapat Serifikat dari Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri, Balai Besar Kerajinan dan Batik di Yogyakarta sebagai Perusahaan yang Memproduksi dan Memperdagangkan Batik Tulis Secara Konsisten. Sealin itu usaha ini juga membawa namanya masuk nominasi penghargaan Pro Poor 2014 dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dan juga. Penghargaan itu semakin memacunya untuk membesarkan industri batik. Bahkan dia bertekad tetap akan mengembangkan batik tulis Ngawi, meskipun baru-baru ini dia juga melakukan diversifikasi usaha pada batik cap atau printing.