Sejarah:
Di desa Kendung pernah terjadi mala petaka, penduduk banyak yang sakit dan meninggal, pertanian diserang hama, perampokan dan pencurian. Pada saat itu ada seorang penduduk yang kesurupan (kemasukan roh), dan dalam kesurupan itu mengatakan bahwa desa ini akan aman dan tenteram jika diadakan keramaian dengan pementasan badut dan tandak (tayub) yang diadakan di makam Desa Kendung.
Sejak itulah maka sesepuh desa kemudian menyelenggarakan satu keramaian badut dan tayub. Kemudian untuk menambah keramaian salah seorang penduduk yang bernama Gaplik menciptakan satu tarian yang kemudian dinamakan kesenian gaplik.
Deskripsi:
Kesenian Gaplik ditampilkan satu tahun sekali pada saat dilaksanakan bersih desa, bertujuan untuk tolak bala, mengusir malapetaka yang melanda desa.
Kesenian ini merupakan satu pagelaran yang dipentaskan di arena terbuka, antara penari dan penonton saling berdekatan sehingga tidak ada jarak, menimbulkan komunikasi lancar antara penari dan penonton, mereka bisa berdialog sambil berdiri.
Pertunjukan diawali dengan tarian gambyong.
Para pemain terdiri dari seorang pria dan seorang wanita yang merupakan pemeran utama, ditambah dengan seorang pria atau wanita muda yang berperan sebagai anak.