Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaIndustri gamelan di Magetan - Magetan, Jawa Timur
Sejarah: Konon industri gamelan ada di tanah jawa sejak tahun 1830, sesudah Perang Diponegoro. Diceritakan bahwa setelah Perang Diponegoro kerajaan mataram menyebar lari ke seluruh Pulau Jawa, hingga samapai Jawa Timur. Hal ini dilakukan untuk menghindari dari kejaran pasukan Belanda. Dusun Kidal, Desa Kauman, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan adalah salah satu basis pasukan Pangeran Diponegoro. Dalam persembunyiannya mereka ini juga berkreasi melalui kesenian gamelan sehingga kawasan Kidal, Kauman terkenal dengan musik gamelan.. Industri gamelan di Kidal, Kauman ini merupakan industri yang turun temurun, sampai saat ini sudah sampai pada 3 keturunan. Seiring dengan perkembangan jaman masyarakat Dusun Kidal mampu memproduksi peralatan gamelan hingga kini. Proses pembuatannya masih tradisional, mulai dari melebur timah dan tembaga, membentuk sampai dengan ngelaras nadanya. Deskripsi: Gamelan merupakan alat musik tradisional khas jawa digunakan untuk pengiring pementasan wayang, seni tari, kethoprak, ludruk, dagelan, karawitan dan juga sebagai pendamping campursari. Gamelan memiliki kurang lebih 15 instrtumen, antara lain kethuk, kenong, gender, demung, saron, gambang, slenthem, gong, kendhang dan lain sebagainya. Gamelan biasanya dibuat dari kuningan, namun adakalanya dari tembaga dan besi. Dari ketiga bahan itu nantinya akan menghasilkan seperangkat gamelan yang berbeda kualitas dan harganya..Proses pembuatannya sampai saat ini masih menggunakan cara tradisional atau manual. Untuk pembuatan gamelan ini dimulai dengan menentukan bahan baku yang baik baik timahnya, tembaga, kuningan ataupun besi. Setelah mendapatkan bahan baku kemudian membentuknya, dilanjutkan dengan penentuan nada yang pas. Bagi masyarakat Kidal membuat gamelan sudah menjadi sandaran hidup, selain bertani. Dahulu sekitar tahun 1980-an industri gamelan pernah berkembang karena banyak pesanan dari instansi, dan juga diekspor ke wilayah Eropa, tetapi setelah adanya bom Bali mengalami penyurutan. Produktivitas masih tetap berjalan meskipun tidak banyak karena hanya mengandalkan pesanan. Harga seperangkat gamelan saat ini mencapai antara Rp. 200.000.000,- - Rp.400.000.000,- disesuaikan dengan bahan yang digunakan. Paling murah harganya kalau bahannya dari besi. Pengrajin mempunyai harapan agar pemerintah daerah memberikan perhatian agar gamelan sebagai identitas bangsa tetap lestari sebagai aset bangsa Indonesia. Mereka akan tetap menekuni industri gamelan karena kegiatan ini sudah merupakan warisan leluhur yang harus tetap dipertahankan.