Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Kompor Singosari - Kab. Malang, Jawa Timur
Di Desa Taman Harjo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dikenal sebagai pusat industri kecil kompor dengan bahan bakar minyak tanah. Nama produk kompor yang terkenal di Desa Taman Harjo adalah Kompor Sayangan yang terkenal akan ketahanan dan keawetannya. Salah satu pengrajin kompor minyak di Desa Taman Harjo adalah Saiman. Saiman sebelum memproduksi kompor minyak, pada tahun 1983 terlebih dahulu menjadi pengrajin gembor. Pada tahun 1994, Saiman mulai mengembangkan usahanya dengan memproduksi kompor minyak tanah dari bahan bekas yaitu drum minyak yang tebal. Usahanya membuat kompor minyak kemudian diikuti oleh masyarakat Desa Taman Harjo lainnya. Bahkan produk kompor minyak tanah buatan Desa Taman Harjo pernah menjadi produk unggulan Kabupaten Malang. Kompor minyak tanah produk Saiman dibuat dengan memanfaatkan limbah drum dan kaleng. Bahan baku drum-drum bekas maupun kaleng-kaleng bekas kemudian diolah untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan kompor. Pada mulanya drum maupun kaleng bekas dibentuk menjadi lembaran, kemudian diukur dan dipotong sesuai kebutuhannya. Lembaran tersebut ada yang dibuat kaki kompor, meja, piringan, dan lain sebagainya. Sementara kaleng digunakan sebagai tempat sumbu kompor. Bagian penting dari kompor minyak tanah adalah piringannya karena warna nyala api biru atau merah tergantung dari piringan tersebut. Dalam membuat piringan harus dilakukan dengan cermat guna menghindari kompor meledak saat digunakan oleh konsumen. Kompor Minyak produksi Saiman, mempunyai karakteristik murah, kuat, nyala api biru, serta bergaransi. Dan satu hal yang menjadi keunikannya adalah kompor produksinya tidak dicat karena kompor yang dicat tidak disukai oleh konsumen, jika dicat konsumen menjadi tidak tahu bahan asli yang digunakan. Produk yang dihasilkan oleh sentra industri kecil kompor di Desa Taman Harjo dipasarkan tidak hanya di kota Malang saja melainkan juga dipasarkan di beberapa kota di Jawa Timur. Saat ini kondisi kerajinan kompor minyak terancam punah mengingat masyarakat telah beralih ke kompor gas.