Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Akar Kayu Jati Margomulyo - Margomulyo, Bojonegoro Jawa Timur |
Sebelum menjadi sentra kerajinan akar kayu jati, warga Desa Geneng hidup di tengah kemiskinan. Rata-rata warga Desa Geneng menjadi buruh tani dan pencari kayu bakar (rencek) di hutan. Pendidikan warga Desa pada waktu itu 95% adalah tamatan sekolah dasar (SD). Pada suatu ketika ada beberapa warga desa yang mengambil rencek dihutan yang bentuknya bonggol. Bonggol tersebut dilubangi dan kemudian ditaruh di halaman rumah. Lalu ada pengendara sepeda motor yang lewat dan berhenti melihat bonggol tersebut. Pengendara sepeda motor tersebut tertarik dan kemudian membeli bonggol itu.
Berawal dari kejadian itu, pada tahun 2002 warga yang tinggal di desa dekat kawasan hutan jati kemudian mulai menaruh benda-benda yang terbuat dari kayu jati di halaman rumah mereka. Pada suatu saat ada pengendara yang membawa mobil dengan plat luar kota yang juga berhenti untuk melihat-lihat benda-benda dari kayu jati yang ada di halaman rumah warga. Pengendara tersebut kemudian menanyakan kepada pemilik rumah dan kemudian membeli benda-benda tersebut. Semenjak itu warga Desa Geneng mulai berfikir untuk menjual akar kayu jati hingga akhirnya Desa Geneng menjadi sentra kerajinan akar kayu jati sebesar sekarang ini.
Kerajinan akar kayu jati Desa Geneng ramai pada setiap akhir pekan. Aktivitas jual beli yang berlangsung tidak hanya antara pengrajin dengan pembeli lokal saja bahkan pembeli dari luar negeri pun banyak yang datang. Diantaranya dari Eropa dan Amerika sedangkan yang dari lokal datang dari Bali, Jepara dan Yogyakarta. Umumnya mereka adalah pebisnis mebel dan souvenir.
Desa Geneng yang berada di sepanjang jalan Raya Ngawi – Cepu, sekitar 55 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Bojonegoro. Meski sudah menjadi sentra kerajinan akar kayu jati, kawasan ini masih jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Nampak di halaman rumah warga terdapat tumpukan akar kayu jati dengan ukuran bervariasi dari ukuran kecil hingga ukuran besar. Akar kayu jati tersebut didesain membentuk daun meja dan kursi. Dengan keberadaan kerajinan akar kayu jati telah meningkatkan perekonomian warga Desa Geneng.