Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaIthuk-Ithukan Banyuwangi
Masyarakat Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur mempunyai tradisi selamatan dusun Ithuk-Ithukan. Tradisi ini sebagai simbol ungkapan syukur atas sumber mata air yang ada di wilayahnya. Tradisi Ithuk-Ithukan dilaksanakan setahun sekali tepatnya setiap tanggal 12 Dzulkaidah. Pelaksanaan ritual Ithuk-Ithukan diawali dengan mendoakan ithuk dan ayam pethetheng, kemudian para wanita dari Dusun Rejopuro berbaris rapi membawa ithuk-ithukan berjalan ke arah timur menuju Balai Desa Kampunganyar kemudian berputar arah berjalan ke arah barat menuju sumber mata air. Sesampainya di sumber mata air ithuk-ithukan yang dibawa kemudian dimakan secara bersama-sama. Acara tradisi ithuk-ithukan kemudian dilanjutkan dengan hiburan musik Kuntulan dan pada malam harinya ditutup dengan acara pembacaan lontar. Menurut Sarino, tradisi ini sudah berjalan sejak zaman leluhur mereka. Tradisi ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar warga dusun. Dalam tradisi Ithuk-ithukan setiap warga Dusun Rejopuro ikut serta menikmati ithuk-ithukan yang sudah diarak dan didoakan. Bahkan bagi warga yang sakit dan tidak bisa mengikuti upacara, ithuk-ithukan diantar ke rumahnya, sehingga dalam tradisi ini terdapat nilai-nilai kebersamaan. Ithuk sendiri merupakan satu porsi nasi yang lengkap dengan lauk-pauknya yang terdiri dari tahu, manisan (labu siam), sayur pakis dan terong dengan daun pisang sebagai alasnya. Selain ithuk ada juga sajian tumpeng pethetheng yaitu tumpeng dengan ayam utuh yang dimasak dengan cara dibakar.