Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaCobek Malang Singosari
Kabupaten Malang juga terkenal dengan pembuatan kerajinan cobek batu. Cobek batu merupakan salah satu alat kebutuhan ibu-ibu di dapur yang digunakan sebagai alat untuk menghaluskan bumbu. Kerajinan membuat cobek batu asli sudah lama ditekuni masyarakat Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupten Malang, Provinsi Jawa Timur. Salah satu pembuat cobek batu di Dusun Petung Wulung, Desa Toyomarto adalah Sukarno. Usaha pembuatan cobek batu miliknya merupakan usaha turun-temurun yang sudah dilakukan kakeknya sejak tahun 1970-an. Kini usaha milik kakeknya tersebut diteruskan oleh dirinya dan ayahnya yang bernama Darsono. Produksi cobek dibuat dari jenis batu pasir tanpa menggunakan campuran semen. Cobek dari batu asli dan cobek yang terbuat dengan campuran semen hampir sama, yang membedakan adalah ketahanannya. Cobek semen pasir bila digunakan terus menerus membuat permukaan cobek menjadi halus dan licin sehingga akan sulit untuk digunakan lagi. Berbeda dengan cobek batu, meskipun digunakan terus-menerus, permukaan cobek tidak akan menjadi halus dan licin karena sifat dari batu pasir yang memiliki tekstur kasar. Keahlian Sukarno dalam membuat cobek batu didapatkan dari kakek dan ayahnya. Dalam seharinya bisa menghasilkan cobek batu 7-8 buah. Bahan baku utama untuk membuat cobek adalah batu pasir yang yang dibeli dari penggali pasir dengan harga Rp 300.000,- per pick up. Proses pembuatan cobek melalui beberapa tahapan, mulai dari pemecahan batu, memahat, menggosok dengan batu beji kemudian disikat dan barulah dijual. Produk cobek buatan Sukarno dipasarkan ke luar Jawa seperti Kalimantan, Bali, dan NTT, sedangkan untuk pasar di Jawa Timu, Sukarno hanya melayani wilayah Malang. Cobek batu dibanderol dari harga Rp 15.000,- hingga Rp 25.000,- untuk ukuran diameter 20 cm, sedangkan cobek batu dengan ukuran diameter 15 cm dijual dengan harga Rp 12.000,- hingga Rp 20.000,-.