Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | TRADISI REBO PUNGKASAN - Lakarsantri, Surabaya Jawa Timur |
Rebo Pungkasan merupakan tradisi yang dilakukan umat Islam, khususnya warga nadhilyin. Dalam bahasa Jawa Rebo berarti Rabu, Pungkasan berarti akhir. Sehingga Rebo pungkasan dapat diartikan sebagai hari Rabu terakhir pada bulan Safar dalam kalender Hijriyah. Sebagian umat musim di Jawa percaya bahwa suatu hari nanti Allah SWT akan menurunkan 320.000 bala ke dunia. Kepercayaan ini berdasarkan kitab kuning yang ditulis oleh ulama terdahulu yang masih dikaji hingga saat ini salah satunya yaitu kitab Al-Jawahir al-Khoms. Bala yang diturunkan ke bumi tersebut mulai dari yang kecil sampai yang terburuk.
Sebelum datang bala tersebut, kaum muslim dianjurkan untuk memperbanyak dzikir baik di masjid atau mushola agar terhindar dari bala tersebut. Mulai dari istighotsah, tahlilan hingga melaksanakan shalat sunah seperti shalat hajat dan shalat taubat. Selain itu ada juga yang membagikan air rajah, yaitu air yang telah dicelup kertas rajah atau kertas penolak bala yang bertuliskan nama malaikan Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail serta bacaan bismillah dan kalimat salam yang ditulis oleh kyai atau peringgi agama yang dianggap memiliki ilmu lebih.
Saat ini tradisi Rebo Pungkasan sudah jarang dilakukan oleh masyrakat khususnya di Lidah Wetan, Surabaya, Jawa Timur padahal daerah ini dahulu sangat kental dengan tradisi Rebo Pungkasan ini. Namun demikian masih ada beberapa tempat yang mengadakan acara rebo pungkasan di sekitaran Jawa Timur, seperti daerah Gresik.