Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | SRMB (Sekolah Rakyat Melu Bae) - Kebumen, Jawa Tengah |
Sekolah Rakyat Melu Bae (SRMB) merupakan salah satu komunitas budaya yang ada di Kabupaten Kebumen. Dinamakan Sekolah Rakyat Melu Bae karena sesuai dengan slogan SRMB yaitu “Sekolah mbayar karep”. Mbayar karep artinya para muridnya tidak membayar dengan menggunakan uang, akan tetapi membayar dengan kemauan, jadi asal mau maka akan disediakan gurunya jika belum ada
gurunya.
SRMB berdiri pada tanggal 13 Januari 2003. Ada 13 orang pendiri SRMB, di antaranya Pekik Sat Siswo Nirmolo, Pitra Suwita dll. Tujuan didirikan SRMB adalah untuk memberikan ruang belajar bersama, menulis, bertutur dan berkarya, serta melakukan komunikasi secara kreatif.
Pada awalnya sekolah ini hanya bergerak di bidang teater, namun karena banyak permintaan untuk belajar di bidang lain, seperti music, tari, puisi, belajar peran, membuat film dan lain sebagainya, maka para pendiri mencari guru sesuai dengan apa yang dikehendaki para muridnya.
Musik yang dipelajari di sekolah ini selain music tradisional yaitu gamelan, juga musik modern, seperti gitar, suling, biola.Terkait dengan belajar tari, ketika guru tari tradisionalnya belum ada mereka belajar tari modern.
Sehingga apapun kemauaan anak didik di SRMB ini akan diakomodir oleh pengelola SRMB.
Beberapa kegiatan telah dilakukan oleh SRMB, antara lain:
1. Ngamen Musik Puisi di sekolah SMP, SMA, SMK, dan DPRD Kebumen pada tahun 2003
2. Menjadi bintang tamu pada pergelaran 1000 rebana di alun-alun Kebumen tahun 2004
3. Menjadi penyelenggara Arisan Teater Kebumen IV tahun 2005
4. Ngamen puisi 2 di sekolah SMP, SMA, SMK
5. Memproduksi tujuh episode sinetron “Meraih Kemuliaan Ramadhan” bersama Rti TV Kebmen tahun 2006
6. Pentas Drama “Jaleg” tahun 2009
(https://www.krjogja.com/kedu/1242504771/srmb
-wadah-berkreasi-seniman-kebumen)
Pada tahun-tahun terakhir ini SRMB telah menerbitkan antologi puisi berjudul Kupu Tarung Jilid 1. 2, dan 3. Kemudian menerbitkan juga puisi yang berjudul Bulan Menggantung. Di samping itu SRMB juga telah memproduksi film pendek dengan durasi antara 9 menit, berjudul “Yu Parti” . Film ini sebanyak 3 episode, bertemakan edukasi yang menceritakan seorang janda bernama “Yu Parti”
dengan berbagai masalah yang kompek lingkungnnya, seperti: sampah, kesehatan, keuangan, dan sebagainya.
Selain itu SRMB juga sering mengadakan pementasan-pementasan, antara lain: teater, music, puisi, dll. Di samping itu juga menggali dan mendampingi kelompok kesenian yang ada di Kebumen, di antaranya kesenian Dangsak. Dangsak merupakan sebuah tarian tradisional (tari Topeng). Tari ini menceritakan tentang perjuangan masyarakat Watulawang di daerah Kebumen Utara yang kala itu dijajah, dan dikusai tanah pertaniannya. Pada awalnya merek tidak bisa berbuat apa-apa, namun pada akhirnya mereka berupaya untuk berontak dengan cara membuat topeng untuk menakut nakuti. Topeng dibuat di saat bulan purnama dengan tujuan memanfaatkn terangnya bulan purnama. Karena kalau membuatnya pada malam hari sehingga harus menyalakan lampu atau obor maka akan ketahuan oleh penjajah. Gerakan pada tarian Dangsak tidak menarik sama sekali. Namun masyarakat Watulawang tidak mau mengembangkan tarian tesebut agar lebih menarik. Sehingga SRMB mengadakan pentas bersama dengan acara Repertoar Dangsak yaitu kolaborasi antara seni tradisional cepetan, musikalisasi puisi dan violin orcherstra. Dengan mengemas kesenian tradisional dengan lebih modern namun tetap menjaga keasliannya maka akan lebih menarik. Harapannya generasi milenial akan menyukai kesenian tradisional.
-