Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Soto Sangka - Banyumas, Jawa Tengah |
Selain terkenal dengan soto Sokaraja, di Banyumas terdapat soto yang melegenda yaitu Soto Sangka. Menurut Bapak Achmad Basuki (pemilik warung Soto Sangka), nama "Sangka" diambil dari nama kakeknya yaitu Pak Sangka sebagai pencipta Soto Sangka. Sedangkan Achmad Basuki merupakan generasi ke tiga pemilik warung Soto Sangka. Pak Sangka mulai berjualan soto sejak tahun 1925. Pada saat itu cara menjualnya dengan dipikul dan berkeliling. Karena rasanya yang khas maka orang banyak berlanggangan untuk menikmati segernya soto Sangka ini. Pada waktu dulu tidak hanya masyarakat kebanyakan saja yang berlangganan soto buatan Pak Sangka, akan tetapi banyak pejabat pada waktu itu, bahkan orang-orang Belanda banyak yang memesan soto buatan Pak Sangka. Seiring dengan berjalannya waktu, karena usia sudah tua sehingga tidak kuat lagi jika harus berjualan dengan memikul soto dan berkeliling. Kemudian pada tahun 1960 Pak Sangka mulai berjualan secara menetap dirumahnya di Jl. Karang Sawah No 35, Desa kedunguter, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Dengan resep warisan yang turun temurun hingga saat ini Soto Sangka menjadi kuliner yang selalu dicari oleh masyarakat luar Banyumas maupun masyarakat Banyumas.
Bahan dasar yang dipergunakan untuk membuat soto Sangka adalah ayam kampung yang dipadu bumbu rempah seperti: jahe, kunyit, merica, pala, gula jawa, dan garam. Perpaduan kaldu ayam kampung dengan bumbu rempah yang mencerminkan kekayaan budaya kuliner Banyumas yang berakar kuat pada penggunaan bumbu-bumbu alami sehingga menghasilkan kuah soto yang enak dan segar. Selain itu keistimewaan dari sajian soto Sangka ini adalah tidak menggunakan micin atau penyedap rasa lainnya. Rasa gurih dihasilkan dari kuah kaldu ayam yang direbus sekitar 3 sampai 4 jam, setelah ayam empuk baru digoreng. Oleh karena itu untuk membuat kaldu dipilih ayam kampung yang babon (betina), dengan usia ayam tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Karena jiksa direbus ayam betina lebih banyak mengeluarkan kaldu dibanding dengan ayam jantan. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat sambal, yaitu kacang tanah yang digoreng, kemudian ditumbuk bersama dengan cabe merah, cabe rawit, gula merah, dan garam.
Proses memasak Soto Sangka dengan cara tradisional, yaitu dengan menggunakan tungku dan kayu bakar. Asap kayu bakar menambah aroma dan cita rasa yang lebih gurih dan khas di lidah. Dengan menggunakan resep yang turun temurun dari dulu hingga kini aroma dan cita rasa dari Soto Sangka tidak berubah.
Soto Sangka disajikan dalam satu mangkok kecil, terdiri dari irisan ketupat, suwiran ayam, touge, kacang tanah goreng, bawang goreng, irisan daun bawang, kecap manis, dan disiram dengan sambal kacang, kemudian diguyur dengan air kaldu dari ayam kampung yang gurih dan segar. Soto Sangka enak dinikmati dalam keadaan masih panas dan cocog untuk menu makan di pagi hari atau sarapan atau siang hari sebagai menu makan siang.
Dengan semakin berkembangnya pariwisata dan perhatian masyarakat pada kuliner tradisional, Soto Sangka kini semakin populer dan menjadi salah satu ikon kuliner di Banyumas. Satu-satunya warung Soto Sangka adalah Warung soto Sangka milik Pak Achmad Basuki yang buka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Letaknya masih di Jl Karangsawah No 35 Desa Kedunguter, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.
.