Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaMonumen POPDA/Monumen POPDA (Panitia Oeroesan Penjingkiran Djepang Dan APWI) - Boyolali, Jawa Tengah
Peranan Dalam Sejarah: Monumen ini untuk mengenang keberhasilan Negara Indonesia dalam pemulangan Tentara Jepang sebanyak 35.545 orang tentara, dan 36.280 orang APWI (Allied Prisoners of War and Internees) dari Pulau Jawa, dalam kerjasama dengan AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) dalam rangka penyelesaian Perang Dunia ke II di Asia Pasifik. Bentuk Monumen: Bangunan monument POPDA terbuat dari semen ornament ukiran tembaga. Burung garuda dari bahan tembaga. Lantai dasar dari batu marmer dan prasasti isinya tentang sejarah POPDA dari marmer warna hitam. Bunyi prasasti tersebut demikian: DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MONUMEN “POPDA” DIRESMIKAN OLEH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TTD SOEHARTO PANASAN 25 JANUARI 1993 MONUMEN INI DIDIRIKAN UNTUK MENGENANGKAN KEBERHASILAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM PEMULANGAN SEBANYAK 35.545 TENTARA DJEPANG DAN 36.280 APWI (ALLIED PRISONERS-OF-WAR AND INTERNEES) DARI PULAU JAWA PADA TAHUN 1945-1947 DENGAN MENGGUNAKAN “POPDA” (PANITIA OEROESAN PENJINGKIRAN DJEPANG DAN “AFNEI” (ALLIED FORCES NETHERLANDS EAST INDIES) DALAM RANGKA PENYELESAIAN PERANG DUNIA KEDUA DI ASIA PASIFIK // Deskripsi: Monumen POPDA dibangun pada tahun 1992, atas prakarsa dari Yayasan POPDA dan kerjasama dengan Yayasan Purna Bhakti Pertiwi, Yayasan Dharma Bhakti TNI-AU dan Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah. Monumen yang berdiri sangat megah ini diresmikan oleh Presiden RI Soeharto pada tanggal 25 Januari 1993. Monumen ini didirikan untuk mengenang keberhasilan Negara Indonesia dalam pemulangan Tentara Jepang sebanyak 35.545 Tentara Jepang dan 36.280 APWI (Allied Prisoners of War and Internees) dari Pulau Jawa pada tahun 1945 sampai dengan tahun 1947 dengan menggunakan POPDA (Panitia Oeroesan Penyingkiran Djepang dan APWI) dalam kerjasama dengan AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) dalam rangka penyelesaian Perang Dunia kedua di Asia Pasifik. Pada tahun 2009 monumen POPDA telah dipugar dengan penambahan ornamen-ornamen dari tembaga pada tiang-tiangnya sehingga menarik. Pemugaran monument ini diresmikan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso pada tanggal 10 Agustus 2009. Sampai sekarang monumen ini terawatt, lingkungannya tampak indah dan bersih. Letak monumen ini berada di tempat yang strategis, karena berada di lingkungan Bandara Adisumarmo Boyolali.