Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Monumen Perang Pruputan/Monumen SMA II Tlatar Boyolali - Boyolali, Jawa Tengah |
Peranan Dalam Sejarah:
Rakyat Tlatar, Desa Kebon Bimo Boyolali, bersama-sama mengangkat senjata seadanya melawan Belanda dalam mempertahankan tanah air. Tlatar pada masa revolusi pernah dijadikan ajang perang. Monumen berupa patung dua orang pejuang dalam posisi berdiri sedikit agak membungkuk siap maju ke medan perang dengan membawa senjata bambu runcing. Kedua patung pejuang tersebut di atas alas yang tinggi sehingga mencapai 10 meter.
Bentuk Monumen:
Monumen Perang Pruputan berukuran panjang 7 m, lebar 4 m, tinggi 10 m. Tinggi bambu runcing sebagai latar belakang monumen berukuran 15 m. Monumen dibuat dari semen dan lantai dasar bangunan dari keramik warna hitam, pagar hiasan yang mengelilingi monumen terbuat dari rantai besi.
Deskripsi:
Monumen Perang Pruputan di Tlatar, Desa Kebon Bimo, Kabupaten Boyolali dibuat oleh Ex Tentara Pelajar (TP) yang mulai dibangun pada tanggal 6 September 1981, selesai tanggal 10 Juli 1982. Monumen ini sebagai kenang-kenangan dan tanda terima kasih dari Tentara Pelajar kepada rakyat Tlatar dan sekitarnya yang telah membantu dalam perjuangan saat menghadapi Belanda pada tahun 1949. Selain monumen ini, dibangun juga monumen hidup, yaitu bangunan SMA N 2 Boyolali dan SMP N 3 Mojosongo, juga SMP N Teras, sebagai tanda terima kaksih kepada rakyat. Pruputan dari kata pruput (bahasa Jawa) artinya saat pagi buta. Monumen Pruputan menggamb arkan perjuangan rakyat lakui-laki dan perempuan bersama pelajar yang masih belia memegang senjata dengan sorot mata tajam siap melawan penjajah untuk mempertahankan tanah air dari cengkeraman penjajah. Monumen Tlatar yang berdiri di halaman SMA Negeri 2 ini merupakan bukti bahwa Tlatar pada masa perjuangan dipakai ajang perang. Nama Pruputan sendiri berarti pagi-pagi buta, karena dini hari hari sabtu tanggal 14 Juli 1949 Tlatar dan sekitarnya diserbu oleh pasukan Belanda secara membabi buta dari ber berbagai penjuru sehingga tidak ada celah untuk melarikan diri. Akan tetapi para gerilywan yang ada di Tlatar dapat selamat bisa bersembunyi di Umbul Tlatar meskipun tempat ini juga dihujani mortar oleh Belanda. Dalam pertemp[uran ini pihak Belanda banyak yang kena peluru, dan pihak gerilyawan hanya seorang yang tertembus peluru pahanya. Selanjutnya Belanda secara ngawur menembaki rakyat dan merampas harta benda rakyat. Sehubungan peristiwa tersebut pada waktu dini hari atau masih pagi sekali (=pruput, Jawa), suasananya masih gelap, maka oleh masyarakat dinamaakan Perang Pruputan, dan pejuang Tentara Pelajar disebut sebagai ‘TNI Bangkit’.
Monumen Tlatar di Boyolali terdapat tulisan (Jawa dan Latin bacaannya sama) demikian;
BAKTI MANGGALA-------------------WIWARANING RON
1982
SUMBANGSIH BAKTI DAN PENGORBANAN PELAJAR PEJUANG
BERSAMA RAKYAT MEBUKA PINTU GERBANG KEMERDEKAAN
YANG SELANJUTNYA DITERUSKAN UNTUK DIISI DIBANGUN
MAUPUN DIPERTAHANKAN OLEH GENERASI PENERUS SE-
BAGAI TUNAS BANGSA