Peranan dalam sejarah:
Desa Sriwulan berperan dalam mempertahankan kemerdekaan. Di desa ini para pejuang bersama masyarakat menyusun dan menghimpun kekuatan serta konsolidasi sekaligus merancang strategi untuk mengadakan perlawanan pada perang clash kedua di Semarang.
Bentuk Monumen:
Monumen Perjuangan/Pertahanan Pertempuran 5 Hari di Semarang yang ada di Dukuh Pututan, Desa Sriwulan Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang dibuat pada tahun 1974 oleh Kodam, namun perawatannya oleh desa berbentuk patung pejuang berdiri di atas landasan kubus meninggi, sehingga kelihatan tinggi (400 cm). Pejuang ini digambarkan membawa senjata (bayonet) di tangan kanan, sedangkan tangan kirinya diangkat ke atas seolah memberi aba-aba. Pada bidang bagian depan kubus sebagai landasannya terbaca tulisan (prasasti) demikian:
DARAH KAMI TELAH MEMBASAHI IBU PERTIWI
LANJUTKAN PERJUANGAN KAMI
NYALAKAN TERUS NILAI-NILAI PROKLAMASI
DALAM MEMBANGUN NEGARA INI
Deskkripsi:
Monumen di Dukuh Pututan Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak ini dibuat dari bahan semen dan batu. Monumen berukuran 120 x 120 x 400 cm. Bangunan yang dibuat oleh Kodam ini, diresmikan bulan September dari tahun 1974. Perawatan dilakukan oleh desa setempat, namun sekarang kondisinya kurang terawat. Monumen yang menggambarkan perjuangan ini telal diinventarisasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Demak (Seksi Sejarah dan Cagar Budaya) dengan nomor inventarisasi 18.