Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Agresi Militer Belanda 1947/Clas I / peristiwa sejarah masa revolusi - Demak, Jawa Tengah |
Pada tanggal 4 Agustus 1947 pasukan Belanda memasuki kota Demak, setelah terlebih dahulu menyerang daerah-daerah Semarang, Srondol, Ungaran, Jerakah, Kaliwungu, Weleri, Mijen dan Boja. Maka kemudian serangan Belanda menuju ke arah timur. Awalnya pasukan Belanda di Purwosari yang mendapatkan balasan dari TNI dan rakyat, terutama pada tanggal 24-25 Juli 1947. Oleh karena pesenjataan TNI kurang, maka TNI mundur. Selanjutnya baru tanggal 4 Agustus 1947 pasukan Belanda dapat masuk kota Demak, walaupun TNI sudah berusaha membuat pertahanan dengan air (waterlinie). Serangan Belanda ini dilakukan selagi perundingan RI-Belanda belum selesai. Oleh karena itu DK PBB turun tangan menghalangi tindakan Belanda. Hari Minggu, tanggal 3 Agustus 1947 Letnan Jenderal Van Mook memerintahkan pada pukul 24.00, esok tanggal 4 Agustus 1947 semua pasukan Belanda harus menghentikan aksinya. Namun Belanda tetap melanggarnya, dan pasukan Belanda tetap saja menduduki daerah-daerah yang dikehendaki, misalnya pada tangal 4 Agustus 1947 itu juga dari Demak Belanda menyerang ke Dempet, lalu ke Gubug, dan baru berhenti di Kedungjati.
Pada tahun 1948, desa-desa yang diduduki Belanda, daerah Recomba, termasuk Demak, telah dibangun kembali Regentschappen. Sebagai Regenschapsraad saat itu, oleh Recomba dibentuk Vertegenwoordige College yang keanggotaannya hanya ditunjuk. Untuk mengerjakan pekerjaan harian di antara anggota Vertegenwoordige College tersebut dipilih menjadi Het college van dagelijks bestuur.