Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Tradisional /Tata rias pengantin ala Demak / Pengantin Demak - Demak, Jawa Tengah |
Sejarah singkat:
Demak merupakan ibu kota kerajaan Islam pertama di Jawa di akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16 M. Sebagai bekas pusat pemerintahan, Demak yang sekarang menyimpan warisan budaya dari masa Kasultanan Demak (Bintoro). Namun, budaya asli Demak belum sepenuhnya tergali. Sehubungan dengan hal itu dewan pimpinan cabang Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia Melati Kabupaten Demak pada bulan Juni 2010 memperkenalkan tata rias pengantin adat Demak Bintoro. Menurut ketua himpunan, Hj.Nur Sa’adah SPDi MH, menyangkut tata rias pengantin adat Demak Bintoro ini, pihaknya mencoba melakukan upaya-upaya untuk memperoleh sesuatu yang khas. Sebagai sultan pertama Demak, Raden Fatah mempunyai keunikan tersendiri. Maka dari itu tata rias pengantin khas Demak juga menggambarkan tokoh tersebut. Keunikan sultan ada pada garis keturunan yaitu paduan antara Palembang dan Cina. Sultan yang memimpin Demak itu, namanya besar sebagai raja Islam di Jawa, hidup dalam budaya Jawa, Arab, Cina. Sehubungan dengan hal itu, berdsarkan latar belakang sosok Sultan tersebut, maka himpunan tata rias, Harpi Melati mencoba membuat visualisasi tata rias pengantin adat Demak. Hal demikian ditunjukkan pada rias wajah, busana, juga tata cara perhelatan pengantin, yang semua itu merupakan paduan budaya Jawa, Palembang, Cina dan Arab. Ciri khas riasan pengantin Demak yaitu pada paesan pengantin putri dengan hiasan tretesan. Pada tatanan rambut, diberi hiasan cunduk mentul berbentuk belimbing, dan hiasan rambut panjang berjuntai menyerupai burung blekok. Pengantin pria mengenakan baju gamis sewarna dengan celananya, memakai sorban. Busana kedua pengantin bermotif menggambarkan kekayaan Demak, misalnya bunga kapas, buah jambu dan belimbing, beras wutah, juga sisik ikan. Pada waktu upacara temu pengantin, diiringi dengan irama tembang Ilir-Ilir.