Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTayub - Blora, Jawa Tengah
Sejarah: Pada awalnya Seni Tayub ini diadakan pada pesta-pesta rakyat di desa jawa dalam upacara-upacara tradisional seperti bersih desa, upacara pernikahan, atau hajadan yang lain. Mengenai pengertian tayub ini ada beberapa pendapat. Tayub diartikan sebagai ditata cik ben guyub yang artinya tarian diatur secara baik untuk kerukunan orang. Tayub juga bisa diartikan sebagai kasukan jejogedan nganggo dijogedi ledhek, artinya sebuah tarian yang riang gembira bersama penari teledhek. Biasanya tari tayub antara lain penari laki-laki minum-minuman keras, penari laki-laki memasukan uang kedalam baju atau kemben penari wanita, ada kalanya pengibing memangku penari, bisa terjadi perkekelahian antar pengibing di arena pertunjukan karena saling menaksir penari, kadang orang punya anggapan bahwa penari tayub bisa diajak berkencan, dengan pakaian yang terlalu ketat dan memperlihatkan anggota badan memancing gairah seks para penonton maupun pengibing. Tarian ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat Blora. Deskripsi: Tari tayub tergolong dalam seni pertunjukan dn digolongkan sebagai tari pergaulan. Kesenian tayub merupakan kesenian yang cukup populer di kalangan masyarakat Blora dan merupakan tarian yang berkembang di masyarakat luas. Pada umumnya tari Tayub tidak bisa dipisahkan dengan minuman keras. Para penari biasanya menari sambil minum-minuman keras. Tarian ini dilakukan oleh beberapa penari perempuan yang kemudian mereka mengajak penonton laki-laki untuk menari atau ngibing di atas panggung, atau di suatu halaman yang telah disediakan